Info Pesantren
Sabtu, 13 Jun 2026
  • Pendidikan Terintegrasi Kader Ulama- Pemimpin Berakhlak Qur'ani Berwawasan Kebangsaan
  • Pendidikan Terintegrasi Kader Ulama- Pemimpin Berakhlak Qur'ani Berwawasan Kebangsaan
13 Juni 2026

Deklarasi Anti-Kekerasan Santri Mahasina

Sab, 13 Juni 2026 Dibaca 3x Berita Terkini

“Dengan mengharap rida dan pertolongan Allah SWT, saya santri Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur’an wal Hadits, dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab menyatakan: (1) Saya tidak mau menjadi korban kekerasan, (2) Saya tidak mau menjadi pelaku kekerasan, (3) Saya siap melaporkan kepada Idarah tindak kekerasan yang terjadi pada dan/atau oleh siapapun, (4) Saya siap melakukan nahi munkar demi kemuliaan Islam, kemanusiaan, dan kehormatan pesantren. Demikian deklarasi ini saya ikrarkan dengan sebenar-benarnya, sebagai komitmen dan janji saya untuk  mewujudkan Mahasina yang aman, nyaman, dan rahmah bagi semua”.

Itulah petikan Deklarasi Anti-Kekerasan Santri Mahasina yang dibacakan oleh seluruh santri di Auditorium PP Mahasina, Jumat, 12 Juni 2026. Deklarasi ini digelar agar kekerasan di PP Mahasina tidak terjadi sama sekali. Jadi, bukan karena sudah terjadi kekerasan. Inilah salah satu cara PP Mahasina melakukan pencegahan kekerasan sejak dini.

Sebelum Deklarasi, Pengasuh PP Mahasina Nyai Hj. Badriyah Fayumi, LC, MA, menegaskan agar santri meningkatkan partisipasinya dalam kegiatan pondok demi kepentingan mereka sendiri. Partisipasi itu meliputi partisipasi dalam bidang akademik dan keterampilan sesuai minat dan potensi serta partisipasi dalam menjadikan PP Mahasina sebagai institusi yang ramah anak dan bebas dari kekerasan.

“Sekali lagi, ini semua demi kepentingan para santri di masa depan, agar mempunyai akhlak mulia  yang didukung oleh kemampuan akademik dan keterampilan yang memadai,” demikian ungkap Bu Nyai.

Selanjutnya, Pengasuh PP Mahasina yang lulus dari al-Azhar, Mesir, menjelaskan bahwa omongan kotor saja sudah masuk dalam kategori kekerasan, yaitu kekerasan verbal yang tidak pantas dan tidak boleh dilakukan oleh para santri.

“Banyak ayat al-Qur’an yang menjelaskan bahwa di surga tidak ada omongan yang tak berguna, omongan kotor, dan omongan bohong. Artinya, orang suka mengeluarkan kata-kata kotor dan jorok tidak akan masuk surga,” ungkap Bu Nyai.

PP Mahasina akan terus meningkatkan upaya untuk mencegah kekerasan  dalam segala bentuknya dengan berbagai cara yang maksimal agar pesantren ini tetap kokoh sebagai pesantren yang nyaman dan ramah anak.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur'an Wal Hadits

Jl. Masjid Raya No 50, Kp. Kemang RT/RW: 01/07, Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Jawa Barat 17411