
Para santri senior itu duduk berbaris rapi, memakai jas dan celana hitam. Terlihat gagah dan berwibawa. Sebelum acara dimulai, canda tawa terdengar pelan di sana sini. Pengurus Organisasi Santri Mahasina Putera yang lama dari Kelas 12 MA duduk di belakang para guru, sedangkan para pengurus baru dari Kelas 11 duduk berbaris menghadap ke barat. Di kejauhan sekitar 30 meter, pengurus Orsam Puteri yang baru (Kelas 11 MA) menghadap ke timur, sedangkan pengurus lama dari Kelas 12 berada di belakang para guru menghadap ke selatan. Panggung ada di depan auditorium PP Mahasina, dengan backdrop, hiasan bunga-bunga, papan foto kegiatan kanan kiri, dan lain sebagainya. Para santri membentuk Letter U, dengan panggung di depan, plus Pengasuh PP Mahasina di tengah-tengah.
Itulah pemandangan di PP Mahasina, Jum’at, 3 Oktober 2025. Agendanya adalah Pelantikan Pengurus Organisasi Santri Mahasina (Orsam) dan Persatuan Pengurus Santri Kelas Akhir (PUSAKA). Alam memberikan dukungan, dengan pemandangan yang cerah dan udara yang sejuk. Lampu-lampu yang menghiasi pepohonan juga menambah indah suasana di malam itu.
Ketika Pengasuh PP Mahasina, KH. Abu Bakar Rahziz, MA dan Nyai Hj. Badriyah Fayumi, Lc, MA memasuki acara, suasana menjadi tenang. Acara pun di mulai. Pada intinya adalah pembacaan Surat Keputusan Pengasuh PP Mahasina tentang Susunan Pengurus Orsam dan PUSAKA Masa Khidmah 2025-2026, lalu dilanjutkan dengan pengucapakan sumpah sebagai pengurus yang dipandu oleh Pengasuh secara langsung, pemberian kenang-kenangan dari Pengasuh kepada pengurus inti ORSAM dan sebaliknya pemberian kenang-kenangan dari Pengurus OSAM kepada pengasuh, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, diakhiri dengan pemutaran film berisi cuplikan kegiatan ORSAM selama setahun.
Pelantikan merupakan puncak dari agenda reformasi ORSAM. Sebelumnya mereka harus melalui 6 persidangan, layaknya persidangan di Gedung MPR-RI sebelum pelantikan Presiden terpilih. Ada persidangan untuk membahas dan menyepakati tata tertib pemilihan, persidangan pembentukan perwakilan untuk memilih pemimpin baru yang biasa disebut dengan Ahlul Halli wal ‘Aqdi (Ahwa), persidangan penetapan calon terpilih, persidangan pemeriksaaan belanja dan hasil-hasilnya, serta lain sebagainya.
Dalam moment pelantikan, Ketua ORSAM terpilih dan Ketua ORSAM demisioner menyampaikan pidato singkat, sekaligus melatih mereka untuk melakukan public speaking dengan baik di depan sekitar 1000 santri. Pengurus ORSAM lainnya harus melatih dirinya untuk menyampaikan public speaking secara terbatas dalam forum terkait bagian mereka atau dalam forum besar untuk mensosialisasikan program kepada seluruh santri, biasanya pada malam Jum’at. Akhirnya, seluruh pengurus terdorong untuk berlatih menyampaikan public speaking dan mempraktikkkannya secara langsung.
Insya Allah, dengan mondok di PP Mahasina, santri akan mendapatkan bekal pengetahuan dan kememimpinan yang memadai untuk sukses di masa depan. Amin ya Rabbal ‘Alamin……
Tinggalkan Komentar