“Dari 114 alumni PP Mahasina Tahun Ajaran 2024-2025, 91 di antara mereka sudah lulus perguruan tinggi negeri, baik yang di lingkungan Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan, atau kementerian lainnya,” demikian ungkap Pengasuh PP Mahasina, Nyai Hj. Badriyah Fayumi, Lc, MA, saat menjelaskan profil lulusan lembaga yang diasuhnya dalam Acara Haflah Takharruj PP Mahasina, 3 Agustus 2025.
Ya, masuk perguruan tinggi masih menjadi tujuan favorit santri yang sudah menyelesaikan pendidikannya di PP Mahasina. Apalagi sebagian besar dari mereka mendapatkan beasiswa dari sebuah perguruan tinggi atau dari Pemerintah, atau dari lembaga lainnya.
Meski begitu pengasuh PP Mahasina yang juga narasumber dalam berbagai seminar nasional itu mengapresiasi santri yang tidak kuliah, baik mengabdi kepada lembaga pendidikan di Mahasina atau di luar Mahasina atau bekerja mencari nafkah atau membantu usaha orang tua atau bahkan merintis usaha sendiri. “Santri bisa menjalani profesi apa saja, tapi mereka harus tetap menjadi santri,” ungkapnya penuh semangat.
Sementara di di waktu yang berbeda namun masih kesempatan yang sama, Pengasuh PP Mahasina KH. ABu Bakar Rahziz, MA berpesan agar para almuni PP Mahasina mempertahankan jati diri sebagai santri, yaitu orang yang berakhlak mulia namun mempunyai semangat kerja yang tinggi. Kalau sudah melaksanakan prinsip di atas, santri pasti akan membanggakan dan membahagiakan orang tua. “Insya Allah akan sukses dan bahagia di dunia dan akhirat,” dengan ungkap Abah.
Tak lupa, kyai yang akrab dipanggil Abah ini juga berpesan agar para alumni menjaga silaturahmi dengan PP Mahasina. Meski para alumni sudah tidak tinggal di pesantren, namun harus tetap ingat kebiasaan yang ada di pesantren, terutama terkait kegiatan beribadah dan berdzikir, belajar, berlatih, beramal, dan berdakwah.
Abah juga berpesan agar santri khususnya para alumni menjadi seperti lebah. Meski diremehkan oleh hewan-hewan yang terbang atau hewan yang di darat karena tidak bisa terbang jauh atau sangat tinggi, tapi lebah menghasilkan madu yang sangat bermanfaat bagi siapapun, untuk menjaga kesehatan atau untuk menyembuhkan sebuah penyakit.
Selain mendengarkan tausiyah dari Pengasuh, alumni PP Mahasina kali ini mendapatkan kehormatan dengan mendengarkan secara langsung tausiyah dari Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Republik Indonesia, yaitu Dr. Basnag Said, M. Ag. Beliau menjelaskan bahwa alumni pesantren yang masuk perguruan tinggi sangat berbeda dengan alumni lembaga pendidikan non-pesantren. Sudah pasti alumni pesantren selalu lebih baik, terutama dalam soal akhlak dan semangat belajar.
Karena itu, lanjut tokoh yang lahir dari dunia pesantren ini, santri harus mempengaruhi kehidupan di kampus-kampus atau di tempat-tempat di mana mereka berada. “Warnailah kehidupan di luar dengan kehidupan yang islami,” ungkapnya penuh semangat.
Tinggalkan Komentar