Dalam rangka meningkatkan minat pelajar untuk memasuki dunia pesantren, PP Mahasina, Kampung Kemang, Pondok Gede, Kota Bekasi, meluncurkan beragam beasiswa, baik berupa beasiswa tidak mampu maupun beasiswa berprestasi.
Selain itu, Pengasuh PP Mahasina juga mengajak keluarga besar PP Mahasina (Guru, Karyawan, Santri, Wali Santri, Alumni, dan Simpatisan) untuk menjadi duta pesantren, dengan mengajak keluarga, teman, dan handai taulan untuk nyantri.
“Barang siapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengerjakan kebaikan itu sendiri,” demikian ungkap Pengasuh PP Mahasina, KH. Abu Bakar Rahziz, MA dalam sebuah tausiyah kepada para santri.
Di pesantren, pelajar dilatih dan dididik untuk berakhlak mulia dan berprestasi sesuai dengan minat masing-masing. Jadi, orang tua tidak perlu kuatir dengan masa depan anak-anaknya setelah menjadi alumni pesantren. “Pesantren merupakan lembaga pendidikan ideal untuk melatih pelajar berkarakter dan beretos kerja tinggi. Keduanya merupakan pondasi untuk sukses menjalani kehidupan sebagai profesional, pengusaha, enjiner, pemimpin atau pekerjaan lainnya,” ungkap Huub de Jonge, seorang peneliti Belanda yang banyak meneliti soal pesantren di seluruh Indonesia.
Untuk menggerakkan minat masyarakat agar memondokkan putera-puterinya di pesantren, PP Mahaisina meluncurkan sejumlah beasiswa, yaitu berupa:
Pertama, Beasiswa Yatim/Yatim Piatu, yaitu pengurangan uang masuk sebesar 50 persen dan pengurangan Syahriyah (SPP Bulanan) sebesar 50 persen. Syaratnya, keluarga yang bersangkutan harus menyerahkan surat kematian, keterangan, atau dokumen resmi lainnya.
Kedua, Beasiswa Dhuafa, yaitu pengurangan Uang Masuk sebesar 50 persen dan pengurangan Syahriyah (SPP Bulanan) berkisar antara 20-70 persen, tergantung keadaan keluarga santri dan pertimbangan dari Pengasuh. Syaratnya, wali santri menyerahkan surat keterangan tidak mampu dari RT dan RW serta menyerahkan surat atau dokumen resmi lain yang menunjukkan keadaan ekonomi keluarga.
Ketiga, Beasiswa Hafiz Al-Qur’an 30 Juz, yaitu pengurangan Uang Masuk sebesar 70 persen dan pengurangan Syahriyah (SPP Bulanan) sebesar 50 persen. Syaratnya: menunjukkan syahadah/ijazah atau keterangan resmi telah hafal 30 juz dari Pesantren/lembaga tempat menghafal.
Keempat, Beasiswa Prestasi, yaitu beasiswa untuk pelajar yang meraih ranking 1-3 di kelas, juara 1-3 lomba minimal tingkat kecamatan yang diadakan oleh instansi atau lembaga yang kredibel. Adapun beasiswanya adalah pengurangan Uang Masuk sebesar 30-60 persen, disesuaikan dengan capaian dan tingkatan prestasi. Syaratnya menunjukkan rapor 2 tahun terakhir untuk peraih ranking kelas atau piagam/piala/ sertifikat juara bagi juara lomba.
Kelima, Beasiswa Kakak Adik, yaitu beasiswa kakak beradik yang yang keduanya masuk pada Tahun Ajaran 2026/2027. Beasiswanya adaah Uang Masuk total sebesar Rp 10 juta untuk dua orang kakak adik atau saudara kembar. Sedangkan Syahriyah (SPP Bulanan) masing-masing Rp 1.000.000.
Adapun Santri Baru TA 2026/2027 yang Kakak/Adik/Kembarannya sudah menjadi Santri Mahasina juga mendapatkan beasiswa berupa pengurangan Uang Masuk sebesar Rp 2.000.000,- dengan b. Syahriyah (SPP Bulanan) sebesar Rp 1.000.000.
Banyaknya beasiswa yang diberikan kepada calon santri menegaskan komitemen awal pendirian PP Mahasina sebagai lembaga pendidikan yang inklusif untuk semua. Siapapun dan apapun kondisinya, tetap bisa mondok, selama ada kemauan.
Mondok itu ringan, mudah, dan penuh berkah…….
Tinggalkan Komentar