Info Pesantren
Minggu, 19 Apr 2026
  • Pendidikan Terintegrasi Kader Ulama- Pemimpin Berakhlak Qur'ani Berwawasan Kebangsaan
  • Pendidikan Terintegrasi Kader Ulama- Pemimpin Berakhlak Qur'ani Berwawasan Kebangsaan
24 Juli 2025

MEMPERINGATI HARI ANAK DENGAN RIANG GEMBIRA

Kam, 24 Juli 2025 Dibaca 614x Berita Terkini
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memberikan tausiyah penting kepada seluruh santri PP Mahasina…

Seluruh santri PP Mahasina menyambut hari anak yang jatuh pada 23 Juli dengan riang gembira. Mereka menonton film yang seru namun penuh dengan nilai-nilai pendidikan dilanjutkan dengan diskusi bersama. Peringatan Hari Anak di PP Mahasina merupakan penegasan dan peneguhan bahwa lembaga pendidikan ini dirancang sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk belajar dan berprestasi….!

PP Mahasina, KH. Abu Bakar Rahziz, MA menyampaikan pesan penting kepada para santri MTs

Sebelum menonton film, para santri mendengarkan tausiyah dari Pengasuh PP Mahasina, KH. Abu Bakar Rahziz, MA untuk santri tingkat tsanawiyah (SLTP) dan dari Nyai Hj. Badriyah Fayumi, Lc, MA untuk santri tingkat aliyah (SLTA). Mereka berdua berharap agar melalui acara ini, seluruh santri dapat bergembira ria meski tidak bersama orang tua dan keluarga terdekat.

Pengasuh PP Mahasina, Nyai Hj. Badriyah Fayumi, Lc, MA menyampaikan pesan penting kepada santri tingkat MA

Selain dari Pengasuh, para santri juga menyimak pelajaran penting dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ibu Arifah Fauzi, meski melalui video.  Oh ya, Ibu Menteri sepertinya kenal dan akrab dengan Pengasuh PP Mahasina. Untuk itu, di awal sambutan, beliau meminta maaf kepada pengasuh PP Mahasina karena tidak bisa datang secara langsung, karena berbagai kesibukan. Bu Menteri menyebut nama Pengasuh PP Mahasina dengan lancar dan fasih. Ayo, di sekolah mana yang pada Hari Anak dapat wejangan langsung dari seorang menteri? Sudah pasti, jawabannya ya di PP Mahasina.

Tokoh nasional yang dikenal sebagai tokoh pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak berfoto bersama para santri

Adapun film yang ditonton para santri memang berbeda. Untuk santri MTs, film yang ditonton adalah Ainbo: The Spirit of the Amazon. Film ini merupakan film animasi inspiratif tentang perjuangan seorang anak perempuan dalam melindungi hutan dan kampung halamannya dari ancaman keserakahan dan perusakan alam. Sedangkan untuk tingkat MA, film yang ditonton agak serius sedikit, yakni berjudul: Children of the Mist karya Hà Lệ Diễm — sebuah dokumenter kuat yang menyoroti pernikahan dini, patriarki, dan tantangan remaja perempuan dalam menghadapi tradisi dan zaman digital.

Di tempat berbeda di Ballroom PP Mahasina, para santri tingkat MTs mengikuti acara dengan santri tapi tetap serius…

Setelah menonton film, para nara sumber yang berkompeten mengajak para santri berdiskusi. Salah satu poin penting dari diskusi ini adalah agar para santri hati-hati dengan media sosial, karena didalamnya banyak predator-predator (jika meminjam bahasa pesantren artinya setan-setan terkutuk) yang akan menjebak remaja dan pemuda, dengan berbagai cara, untuk diperas demi kepentingan ekonomi, pelecehan, dan kepentingan lainnya.

Pada sesi ini, Ibu Diena Heryana (Pendiri Yayasan Sejiwa, sebuah yayasan yang sudah diakui PBB), memaparkan berbagai modus para predator online untuk menipu mangsanya. Melihat seriusnya para santri menyimak penjelasannya, seharusnya tidak ada santri PP Mahasina yang terjebak dalam kejahatan online, baik sebagai pelaku maupun sebagai korban. Semoga begitu…..!

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur'an Wal Hadits

Jl. Masjid Raya No 50, Kp. Kemang RT/RW: 01/07, Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Jawa Barat 17411