Info Pesantren
Kamis, 28 Mei 2026
  • Pendidikan Terintegrasi Kader Ulama- Pemimpin Berakhlak Qur'ani Berwawasan Kebangsaan
  • Pendidikan Terintegrasi Kader Ulama- Pemimpin Berakhlak Qur'ani Berwawasan Kebangsaan
28 Mei 2026

Hari Penuh Inspirasi pada Bulan Haji

Kam, 28 Mei 2026 Dibaca 19x Berita Terkini

Di hari libur Iduladha 2026, dari 27-28 Mei 2026, PP Mahasina melaksanakan serangkaian program yang menyenangkan, walakin penuh inspirasi. Apa saja itu?

Sehari sebelum Iduladha, 26 Mei 2026, PP Mahasina mengajak para santri untuk menyelami suasana wukuf Arafah secara langsung, dilanjutkan dengan talkshow soal haji dan keuangan haji bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), diakhiri dengan makan pecak ikan Nila seukuran tapak tangan orang dewasa yang gurih dan disirami saos asam manis. Beritanya bisa dilacak di https://pesantrenmahasina.com/padang-arafah-memanggil-kita-semua-2/  atau https://pesantrenmahasina.com/ketika-santri-berniat-haji-sejak-dini/ serta melalui saluran media sosial @pesantrenmahasina.

Pada hari Iduladha 27 Mei 2028, PP Mahasina melaksanakan salat Id bersama di lapangan pesantren puteri, dengan bilal Syarifuddin (Santri Kelas 12 MA), imam Ustaz Afham Habibullah (Ketua Idarah PP Mahasina yang juga hafal al-Qur’an) dan khatib KH. Abu Bakar Rahziz, MA yang juga Pengasuh PP Mahasina.

Dalam kesempatan yang mulia itu, Abah mengajak para santri untuk meneladani Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Karena perintah Allah, Nabi Ibrahim membawa anak satu-satunya yang disayangi untuk “mondok” di Makkah yang tandus, gersang, dan sangat sepi. Tak ada pepohonan, apalagi bangunan megah. Padahal Nabi Ismail sudah hidup enak di kawasan tanah yang subur dan termasuk kota metropolitan di zamannya, yaitu di Syam.

“Tapi karena merupakan perintah Allah, Nabi Ibahim dan puteranya Ismail melaksanakannya dengan penuh ketaatn,” demikian ungkap kyai juga pimpinan tertinggi NU di Kota Bekasi.

Selanjutnya kyai yang juga dipercaya menjadi Pengurus MUI Pusat itu menjelaskan bahwa santri harus meneladani peristiwa itu dengan baik, sehingga nyaman selama mondok. Dari Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, Makkah menjadi kota metropolitan, berkat adanya Ka’bah, air Zamzam, padang Arafah, dan lain sebagainya.

“Nah, santri yang betah di pesantren, Insya Allah nanti akan berprestasi. Kalau pun tidak membangun peradaban seperti Kota Makkah, setidak-tidaknya bisa mengangkat derajat keluarga,” demikian ungkap Abah.

Acara salat Id kemudian diakhiri salam-salaman. Santri puteri berbaris rapi menyalami Ibu Nyai Hj. Badriyah Fayumi, LC, MA. Begitu pula santri putera yang berbondong-bondong menyalami Abah. Setelah itu, para santri sesuai kelasnya befoto bersama dengan Abah dan Ibu Nyai. Acara diakhiri dengan sarapan pagi: nasi, telur bulat, dan kelengkapannya.

Siang hari, sebagian panitia melakukan pemotongan kambing hewan kurban di kawasan pesantren anak. Pada 2026 ini, jumlah kambing kurban mencapai 16 ekor dan sapi 3 ekor. Ketiga sapi itu berasal dari Keluarga Dr. Muhaimin Iskandar (Tokoh NU yang kini menjadi Ketua Umum PKB dan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat), lalu satu sapi dari keluarga Walikota Bekasi Dr. Tri Adhianto Tjahyono, serta satu lagi dari Karyawan Badan Pertanahan Nasional Kota Bekasi di bawah pimpinan Bapak Heri Purwanto.

Namun yang dipotong pada hari idul Adha hanya kambing saja. Kemudian para santri “nyate” bersama sesuai angkatan masing-masing. Santri putri bertugas membuat sate dan membuat bumbu. Sedangkan pembakaran dilakukan para santri sesuai dengan angkatan masing-masing. Arang dan segala macam terkait sudah disiapkan Panitia.

Bagi santri yang tidak makan daging kambing, Panitia menyiapkan sosis yang siap dibakar.

Para santri mengikuti acara “bakar-bakaran” ini dengan antusias dan penuh riang gembira. “Ustazah, kalau bisa acara ini diadakan setiap bulan” ungkap santri puteri Kelas 7 MTs yang enggan disebutkan namanya. “Kalau keseringan, nanti kalian lupa belajar,” timpal seorang Uztazah.

Pada 28 Mei 2028, santri PP Mahasina memulai pagi yang cerah dengan sarapan sop kambing, lalu dilanjutkan dengan pemotongan sapi hewan kurban. Selain akan dibagikan pada tetangga pondok, sudah pasti daging sapinya akan dibuat santapan untuk para santri. Kali ini, santri tak perlu masak-masak sendiri. Tim Dapur PP Mahasina akan menyiapkan segalanya. Santri tinggal duduk rapi,  lalu makan daging sapi.

“Jangan lupa tuk membereskan tempat makannya,” demikian wanti-wanti Ustaz Sufyan, seorang guru yang juga bertanggung jawab pada kebersihan.

 

 

 

Artikel Lainnya

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur'an Wal Hadits

Jl. Masjid Raya No 50, Kp. Kemang RT/RW: 01/07, Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Jawa Barat 17411