Info Pesantren
Senin, 25 Mei 2026
  • Pendidikan Terintegrasi Kader Ulama- Pemimpin Berakhlak Qur'ani Berwawasan Kebangsaan
  • Pendidikan Terintegrasi Kader Ulama- Pemimpin Berakhlak Qur'ani Berwawasan Kebangsaan
22 Januari 2026

MBG di PP Mahasina: Bukan Sekadar Makan Bersama, Tapi Juga untuk Meningkatkan Kedisiplinan, Mentradisikan Kerapian, dan Membiasakan Kebersihan

Kam, 22 Januari 2026 Dibaca 506x Berita Terkini

Makan Bergizi Gratis (MBG) di PP Mahasina dialokasikan untuk sarapan pagi. Berbagai penelitian menyimpulkan bahwa anak-anak yang sarapan pagi lebih baik dalam menyerap ilmu pengetahuan daripada anak-anak yang tidak biasa sarapan pagi.

Pada 22/01/2026, MBG di PP Mahasina sudah berjalan 4 hari. Prosesnya dimulai sejak Jam 06.30,  santri mulai berdatangan ke tempat yang ditentukan, lalu duduk berbaris rapi, sesuai dengan kelasnya masing-masing. Selanjutnya, para guru kelas (Musyrif dan Wali Kelas (di bantu santri senior menghitung jumlah santri yang hadir dan santri yang sakit. Untuk yang sakit, MBG diantarkan ke yang bersangkutan oleh musyrif atau santri senior yang bertugas.

Santri menikmati MBG

Setelah penghitungan selesai,  MBG mulai didistribusikan. Santri lalu sarapan dengan lahap diawali dengan doa bersama yang biasa dipimpin oleh Ustaz Afham Habibullah (al-Hafiz). Selesai makan dan minum, para santri membersihkan lantai dari makanan yang jatuh atau dari kulit buah-buahan.

Sebagian santri lainnya menghitung omprengan yang diterima di kelasnya, mengikatnya dengan rapi, lalu mengembalikan ke petugas MBG sesuai dengan jumlah yang terima.

Agenda dilanjutkan dengan mengambil Wudu untuk shalat Duha, diakhiri dengan doa agar rezeki keluarga di rumah lancar dan berkah.

Di PP Mahasina, pembagian MBG bukan sekedar acara makan-makan bersama, melainkan juga bagian dari pendidian untuk meningkatkan disiplin, karena mereka harus datang ke titik kumpul tepat waktu. Pembagian MBG juga merupakan sarana untuk mentradisikan kerapian dan membiasakan kebersihan, karena habis makan, masing-masing santri harus merapikan dan membersihkan area makannya. Untuk pencucian omprengan bekas makan menjadi tugas  Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), bukan tugas santri sebagai penerima manfaat.

Pengasuh PP Mahasina memantau langsung di tengah-tengah santri/wati untuk mengawal proses pembagian MBG, sehingga pembagian MBG bukan sekadar makan bersama, melainkan juga bermuatan pendidikan karakter bagi santri/wati.

Bapak Sirajuddin, Assiten Lapangan (Aslap) SPPG Jaticempaka 5

Ketua SPPG Jaticempaka 5, Bapak Sirajuddin, menegaskan bahwa proses distribusi dan pengembalian omprengan di PP Mahasina sangat menggembirakan, karena semuanya berjalan rapi. “Alhamdulillah, santri PP Mahasina, baik putera maupun puteri, sangat tertib dan tidak merepotkan karyawan SPPG,” ungkapnya penuh gembira.

Sementara itu, semua santri menyambut gembira pembagian MBG. Tertbukti, mereka selalu datang tepat waktu lalu duduk rapi untuk makan bersama. “Alhamdulillah, sejak ada MBG, saya tak perlu jajan lagi pas istrirahat sekolah, karena masih kenyang,” ungkap santriwati yang masih malu untuk disebutkan namanya.

Ketika ditanya perihal kekurangan masakan dan makanan, ia hanya menjawab bahwa secara umum, masakannya enak dan gurih.  “Maknyuss”, ungkapnya. Hanya saja untuk buah-buahan, ia berharap: “Kalau ngasih anggur atau kelengkeng jangan hanya 6 atau 7 biji. Tapi minimal setengah kilo saja,” ungkapnya disambut tertawa teman-temannya yang lain.

Kalau begitu persoalannya, gampang kok neng. Tinggal kirim surat ke orang tuanya dan minta kiriman sesuai harapan. Tapi ingat pesan Abah, sebelum minta kiriman ke orang tua, harus rajin mendoakan kesehatan serta kelancaran dan keberkahan rezeki mereka.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur'an Wal Hadits

Jl. Masjid Raya No 50, Kp. Kemang RT/RW: 01/07, Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Jawa Barat 17411