Info Pesantren
Minggu, 19 Apr 2026
  • Pendidikan Terintegrasi Kader Ulama- Pemimpin Berakhlak Qur'ani Berwawasan Kebangsaan
  • Pendidikan Terintegrasi Kader Ulama- Pemimpin Berakhlak Qur'ani Berwawasan Kebangsaan
3 Agustus 2025

Catatan Pandangan Mata dari Haflah Takharruj 2025

Ming, 3 Agustus 2025 Dibaca 342x Berita Terkini

Oleh Firman Nur Azis, Santri Kelas 11A MA Mahasina

Pagi yang cerah dan penuh gembira terpencar di Pondok Pesantren Mahasina pada, Ahad, 3 Agustus 2025, saat Haflah Takharruj Lilkhirrijin Khirrijat 2024-2025, dilaksanakan.

Acara dimulai tepat pukul 07.00, dibuka oleh pelantunan Maulid Nabi oleh Tim Hadrah Mahasina. Terlihat para walisantri perwakilan dari setiap khirrijin-khirrijat mulai berdatangan menyaksikan acara yang sangat dinantikan setelah enam tahun pendidikan di Mahasina. Santri putra dan putri pun ikut meramaikan acara yang khidmat ini.

Pada jam 07.30 tampak jajaran guru serta pengasuh memimpin barisan para khirrijin-khirrijat disertai lantunan Maulid Nabi Oleh tim Hadrah menuju auditorium, disambung dengan pelantunan ayat Al-Quran dan sari tilawahnya oleh santri Nayla Putri, Afiyatus, Choirul Ihsan dengan pembawaan yang khidmat.

Acara dilanjut dengan penyanyian Indonesia Raya, Yalal Wathan, Hymne Madrasah oleh Tim Paduan Suara Mahasina, disambung dengan sambutan oleh Ibu Nyai Badriyah Fayumi Lc. MA, sebagai pengasuh pondok pesantren.

Pengasuh PP Mahasina, KH. Abu Bakar Rahziz, MA bersama Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. Basnang Said, M.Ag

Dalam sambutannya Nyai Hj. Badriyah Fayumi, Lc, MA, menjelaskan bahwa dari total 114 santri, 91 santri masuk perguruan tinggi, yang di antaranya masuk perguruan tinggi di berbagai daerah, mulai dari Sumatra Utara, Semarang, Purwokerto, Surakarta, Kudus, Surabaya, dan lain sebagainya. “Kami (Mahasina) mendampingi dan mengantarkan santri menuju apa yang mereka cita-ciatakan. Santri bisa jadi apa saja, tetapi tetap menjadi santri. Itulah nilai lebih santri”, ungkap Ibu Nyai.

“Mudah-mudahan amaliyah yang telah dilakukan santri dapat menjadi benteng setelah menyelesaikan pendidikan formal di Mahasina”, ungkap ulama perempuan ini.

Acara disambung dengan penampilan oleh santri khirrijin-khirrijat sebagai persembahan terakhir bagi almamater. Nyanyian sholawat perpisahan oleh khirrijin-khirrijat yang kompak serta penampilan puisi dan pidato tiga bahasa membuat atmosfer acara menjadi sangat khidmat dan dipenuhi dengan haru. Saking harunya suasana yang diberikan, bercucuran air mata yang keluar dari mata walisantri dan bahkan pengasuh dan para guru. Suasana semakin syahdu, manakala Ustazah Nikhlah Mubarokah, perwakilan guru yang juga Wali Kelas 12 Puteri, membacakan puisi dan menyanyikan sebuah lagu menyentuh kalbu kepada para Khirrijin-khirrijat.

Acara dilanjutkan dengan tausiyah dan taujihat oleh KH. Abu Bakar Rahziz,  MA selalu pengasuh Ponpes Mahasina. Abah membuka tausiyahnya dengan sebuah pantun:

Paling enak pepes pedah

Gak kalah enak pepes teri

Santri yang ingin sukses dan berkah

Jangan tinggalkan jiwa santri.

“Kita selalu bersama selama enam tahun, bersih-bersih, sholat, dan ibadah lainnya bersama. 24 jam bersama mereka, dengan jargon santri bersedia berjuang”, ucap Abah dalam tausiyahnya. Abah berharap santri terus menerapkan Santri Bersedia Berjuang dan Sapta Jiwa Mahasina untuk selalu membentengi diri dari yang namanya males gerak (mager) dan males mikir (makir).

Abah pula mengatakan bahwa Mahasina terus mendorong santrinya agar berprestasi dan dapat mengenal dunia yang luas. Abah berkata, “Silahkan tinggalkan Ponpes Mahasina dan menemukan guru dan ilmu baru, tetapi harus tetap tangguh dan sabar”, ungkapnya dalam suasana haru.

Ali bin Abi Thalib pernah berkata “Jadikanlah kita ini membuat orang lain berharap menjadi kita, yaitu dari akhlak, pakaian, ucapan, harinya yang bagus”, ucap Abah. Akhlak orang diluar pesantren Mahasina sangatlah berbeda, karena itu sebagai santri harus dapat mencerminkan hal-hal positif kepada seluruh masyarakat. Pandangan masyarakat terhadap seseorang dapat terlihat dari akhlaknya.

Selain itu, abah berkata bahwa kita harus menjadi seperti lebah, diremehkan oleh hewan lain, tetapi sengatannya kuat dan dapat menyuburkan bunga, didalam perut lebah terdapat berkah. Sama seperti santri, doa yang diucapkan oleh santri akan terus dikabulkan. Abah selalu mendorong dan berharap santri harus selalu dapat menahan godaan yang ada saat menyantri.

Abah berpesan, semoga santri dapat menjadi apapun yang mereka mau, tetapi tetap jangan lupakan pesantren mereka. Abah sangat ridho dan berdoa kepada santri agar ilmu dan langkahnya selalu diberkahkan. Abah pula meminta agar walaupun walisantri sudah keluar dari pesantren, tetap manjaga silaturahmi dan tetap ingat pondok.

Acara diteruskan dengan ikrar Khirrijin-khirrijat yang disaksikan oleh seluruh santri, guru, walisantri, dan pengasuh. Ikrar berisi bahwa alumni akan berusaha menjaga nama baik pesantren sebagaimana berjuang meneguhkan aqidah islmaiyah.

Tokoh nasional yang ikut hadir dalam acara ini, yaitu Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Dr. Basnang Said M.Ag, memberikan sambutan berikutnya. Dalam sambutannya, beliau mengatakan bahwa santri dipenuhi dengan keberkahan, dapat dilihat dari akhlaknya. Ia pula mengatakan bahwa pesantren sudah berdiri kokoh bahkan sebelum penjajahan, yang telah memberikan kontribusi pada para penerus. Walaupun Indonesia bukan negara yang sepenuhnya Islam, pesantren terus tumbuh dan memberikan sumbangsih kepada Indonesia.

Acara diteruskan dengan sambutan dan doa penutup oleh Bpk KH Umar said selaku perwakilan walisantri. Beliau berpesan, “kami mewakili walisantri, meminta maaf jika para walisantri merepotkan. Beliau mendoakan bahwa PP Mahasina selalu diberkahkan dan bermanfaat sepanjang masa,” ungkapnya.

Acara disambung dengan sesi foto Khirrijin-khirrijat bersama walisantri dan para guru yang dipimpin oleh Ustazah Resti H dan Ustazah Qotrunnada. Dimulai dengan penyerahan kenang-kenangan dari santri bagi pengasuh, dilanjutkan dengan penyebutan satu persatu nama dan judul Karya Tulis Ilmiah santri, beserta penyerahan simbolis kepada santri sebelum turun dari podium acara.

Selanjutnya, acara ditutup dengan penampilan oleh para santri PP Mahasina. Dimulai dengan tari saman oleh santri putri dan penampilan lagu-lagu Nusantara oleh Tim Paduan Suara Putra dan Putri Mahasina.

Acara bersejarah yang dilaksanakan hari ini sangat menguras tenaga para santri dan juga jajaran guru Mahasina. Para santri mulai meninggalkan acara setelah MC membacakan doa kafaratul majelis. Tampak ekspresi bergembira meski fisik terasa lelah terpancar para santri saat meninggalkan acara pada 11.50.

 

Artikel Lainnya

Oleh : Pesantren mahasina

MENJADI GURU TELADAN

Oleh : Pesantren mahasina

MALAM PENTAS SENI DI MAHASINA

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur'an Wal Hadits

Jl. Masjid Raya No 50, Kp. Kemang RT/RW: 01/07, Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Jawa Barat 17411