“Di Sarinah ada buah blewah, Ini buah kesakaan Upin Ipin, Santri Mahasina yang saleh dan salehah, Siap siap dikader menjadi pemimpin,” demikian pantun yang disampaikan Pengasuh PP Mahasina, Kota Bekasi, Nyai Hj. Badriyah Fayumi, Lc, MA dalam Pembukaan Reformasi Kepengurusan Organisasi Santri Mahasina (ORSAM), Jumat, 11 September 2026.
Pembukaan Reformasi ORSAM yang diikuti oleh sekitar 1000 santri dan para guru ini diselenggarakan sebagai salah satu rangkaian dari program unggulan PP Mahasina, yaitu kepemimpinan. “Salah satu hal yang membanggakan adalah setelah tamat, alumni PP Mahasina memperlihatkan keterampilan dalam bidang kepemimpinan,” ungkap ulama perempuan ini penuh semangat.
Sejak baru masuk, PP Mahasina melatih santrinya untuk menjadi pemimpin yang membersamai, melayani, dan penuh keteladanan. Proses ini dimulai dengan organisasi yang paling kecil di kelas, asrama, kelompok pengajian, kelompok bahasa, dan lain sebagainya, sampai menjadi Pengurus ORSAM. Bahkan setelah selesai di ORSAM, para santri dilatih kepemimpinan lagi melalui PUSAKA (Perhimpunan Santri Kelas Akhir Mahasina), sebagai organisasi Kelas 12 MA atau organisasi pasca ORSAM.
“Jadi, pelatihan dan pengembangan santri di PP Mahasina berlangsung secara terus menerus,” lanjut Bu Nyai.

Prosesi Reformasi ORSAM sendiri berlangsung cukup panjang. Ada acara penyampaian visi dan misi para calon ketua yang dikritisi oleh 12 guru, sidang komisi-komisi untuk membahasa laporan pertanggungjawaban pengurus, pemilihan Ketua ORSAM oleh santri, dan lain sebagainya.
Untuk Masa Bhakti 2026-2027, calon ketua yang terjaring dan terseleksi mencapai 12 orang, 6 santri putra dan 6 santri putri. Dari mereka akan terpilih seorang dan beberapa wakil ketua ORSAM Putra dan ORSAM Putri.
Pada prinsipnya, lanjut Bu Nyai, dengan pendidikan kepemimpinan melalui ORSAM, santri mempunyai wadah dan wasilah untuk melatih diri, melayani, berpikir kreatif, bersabar, belajar menghadapi berbagai macam karakter di masyarakat.
“Untuk sukses, santri harus mampu mengelola manajemen waktu dan sumber daya manusia tanpa melupakan tugas pokoknya sebagai pelajar. Bekal inilah yang diberikan PP Mahasina kepada para santrinya,” tambah Bu Nyai.
Selanjutnya, Pengasuh PP Mahasina yang juga pengurus MUI Pusat ini menjelaskan kenapa santri harus belajar berorganisasi. Ada tiga tujuan yang akan digapai bersama, yaitu:
Pertama, mencari rida Allah. Seksi Ibadah, Seksi Kebersihan, Seksi Olahraga, Seksi Sarana Pra-Sarana, Seksi Media, dan lain-lain akan melakukan kebaikan agar mendapatkan rida dari Allah SWT. Karena itu para santri harus melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.
“Tolong jangan meremehkan perbuatan kecil atau khidmah kecil karena bisa jadi, rida Allah ada di sana,” ungkap Bu Nyai penuh makna.
Kedua, santri berorganisasi untuk mendapatkan ilmu yang berkah, yaitu ilmu mendatangkan tambahan kebaikan, mendekatkan pemiliknya kepada Allah SWT, serta memberikan manfaat nyata bagi diri sendiri dan sesama. Ilmu yang berkah itu datang bersamaan dengan khidmah, yaitu mengabdikan ilmu yang diperoleh agar berguna bagi orang lain.
“Kalau ingin ilmu berkah, kita wajib berkhidmah. Karena itu, kalau ditugaskan menjadi pengurus atau panitia, kita harus melakukan dengan baik dan sepenuh hati,” lanjut Bu Nyai.
Ketiga, adalah agar santri mendapatkan ilmu yang bermanfaat, pengalaman, dan keterampilan hidup yang sangat berguna untuk kesuksesan di masa depan.
“Jika kita melakukan kebaikan, maka kabaikan itu akan kembali kepada diri kita sendiri. Begitu juga jika kita melakukan kejelekan,” demikian ungkap Bu Nyai sembari menyebutkan al-Qur’an yang menjelaskan hal tersebut.
Dalam kesempatan sebelumnya, Dewan Pembina ORSAM Ustaz Yana juga menyampaikan pesan agar proses pergantian kepemimpinan di PP Mahasina berjalan dan dijalankan dengan baik. “Proses yang baik akan menghasilkan out put yang baik pula,” ungkapnya penuh semangat.
Tinggalkan Komentar