Untuk tahun 2026, LAKPESDAM NU hanya memilih 5 pesantren dari seluruh Indonesia dan PP Mahasina terpilih menjadi salah satunya. Pesantren lainnya adalah PP An-Nahdhah Bogor, Daul Iman Pandeglang Banten, PP Al-Hamidiyah Depok, dan PP Syaikhona Khalil Bangkalan, Madura.
Selain memberikan bimbingan reguler, LAKPESDAM NU juga mendorong para santri di seluruh Indonesia untuk memasuki perkuliahan yang masuk dalam kategori STEM. STEM singkatan dari dari Science (Sains), Technology (Teknologi), Engineering (Rekayasa/Teknik), dan Mathematics (Matematika). Hal ini karena kebutuhan Indonesia di masa kini dan mendatang adalah sarjana di empat rumpun keilmuwan tadi.
Untuk hal di atas, LAKPESDAM NU tidak hanya akan memberikan bimbingan belajar secara gratis, melainkan juga akan membantu mencarikan beasiswanya ketika dinyatakan masuk Perguruan Tinggi. Untuk tahun 2026, santri yang akan mendapatkan bimbingan belajar melalui jalur STEM hanya 100 santri dari seluruh Indonesia.
Pengasuh PP Mahasina, Nyai Hj. Badriyah Fayumi, saat Sosialisasi Program Beasiswa STEM dan Bimbingan Belajar, di Ballaroom PP Mahasina, Selasa, 13/01/2026, mengucapkan terima kasih atas bantuan LAKPESDAM NU kepada PP Mahasina. Meski setiap tahun pesantren yang berada di Kampung Kemang, Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi, termasuk sangat intens dalam memberikan bimbingan belajar bagi santri Kelas 12 MA.
Terbukti, lulusan PP Mahasina dari Angkatan I sampai Angkatan 5 Tahun 2025 lalu, 100 persen lulus perguruan tinggi, 95 persen di antaranya lulus di Perguruan Tinggi Negeri bahkan sebagian besar di antara mendapatkan beasiswa. “Tapi dengan adanya bimbel dari LAKPESDAM NU, PP Mahasina berharap agar santri yang lulus Perguruan Tinggi dan mendapatkan beasiswa akan semakin banyak lagi,” demikian ungkapnya penuh harap.
Berkaitan dengan rumpun keilmuwan STEM, alumnus UIN Ciputat dan al-Azhar Mesir itu menjelaskan bahwa PP Mahasina sangat terbuka dengan berbagai macam keilmuwan. “Terbukti banyak alumni PP Mahasina yang kuliah di universitas negeri terkenal di Indonesia dengan jurusan yang beragam, mulai otomotif, teknik, farmasi, dan lain sebagainya,” ungkapnya penuh semangat.
Sementara itu, Penanggung Jawab Program Bimbingan Belajar NU, Zainur Romli, menjelaskan bahwa banyak santri yang layak masuk perguruan tinggi, namun tidak sempat dan tidak mampu untuk mengikuti bimbingan belajar karena berbagai alasan, terutama terkait biaya.
“Dengan bimbingan belajar ini, semoga banyak santri yang bisa masuk Perguruan Tinggi Negeri dengan beasiswa,” ungkapnya
Sebagai informasi, LAKPESDAM NU bertugas mengkaji isu strategis kebangsaan dan keislaman, serta mengembangkan SDM warga NU dan masyarakat umum melalui kajian, advokasi kebijakan publik (pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial), pelatihan, dan riset untuk mendukung visi sosial-keagamaan NU pasca-kembali ke khittah 1926. Lembaga ini berperan sebagai “dapur gagasan” dan lokomotif bagi gerakan NU yang lebih luas, menciptakan kader unggul, serta mendorong keadilan dan kemaslahatan umat.
Tinggalkan Komentar