Info Pesantren
Minggu, 19 Apr 2026
  • Pendidikan Terintegrasi Kader Ulama- Pemimpin Berakhlak Qur'ani Berwawasan Kebangsaan
  • Pendidikan Terintegrasi Kader Ulama- Pemimpin Berakhlak Qur'ani Berwawasan Kebangsaan
25 Juli 2025

PADA JAM 00.42, SANTRI BARU BERIKRAR UNTUK BERJUANG AGAR BISA BERBAKTI KEPADA ORANG TUA, AGAMA, BANGSA, DAN NEGARA

Jum, 25 Juli 2025 Dibaca 1427x Berita Terkini

Di mulai dengan shalat malam, pembacaan puisi yang menyentuh hati, mendengarkan tausiyah dari Abah dan mengikuti pembacaan ikrar yang dipimpin Bu Nyai, santri baru PP Mahasina 2025 siap memulai babak baru untuk menjadi manusia yang lebih baik dari masa ke masa, agar bisa berbakti kepada orang tua, agama, bangsa, dan negara…

Akhirnya, santri baru PP Mahasina membacakan ikrar sebagai santri yang pada intinya berisi tekad untuk mematuhi  aturan pondok dan negara serta berjuang agar kelak dapat menjadi manusia yang sukses di dunia dan akhirat. Ikrar santri ini dibacakan oleh para santri pada Jum’at pagi, Jam 00:42 dipimpin oleh  Ibu Nyai Hj. Badriyah Fayumi, Lc, MA. Sebelumnya, para santri juga mendengarkan tausiyah dari KH. Abu Bakar Rahziz, MA yang berpesan agar santri baru bertekad melaksanakan Sapta Jiwa Mahasina, yaitu jujur, ikhlas, berjuang, terbuka, mandiri, peduli, dan sederhana.

Acara ini diakhiri dengan santri mencium bendera Republik Indonesia, bendera NU, dan bendera PP Mahasina, dilanjutkan dengan bersalaman dengan pengasuh dan para guru. Santri putera bersalaman dengan pengasuh dan guru putera dan santri puteri bersalaman dengan pengasuh dan guru puteri. Acara ini diiringi dengan instrumental “Syair Abu Nawas Ilahi Lastu” yang syahdu dan menyentuh kalbu.

Sebelum pembacaan ikrar, para santri mengikuti serangkaian kegiatan orientasi selama sekitar 4 hari. Pada intinya, acara ini mengajak para santri mengenal kegiatan di PP Mahasina dengan cara yang menggembirakan. Misalnya, untuk mengenalkan Tim Paduan Suara, maka santri baru melihat penampilan terbaik dari Tim Paduan Suara, lalu diakhiri dengan pengumuman: “Bagi adik-adik yang mau mengikuti Tim Paduan Suara, silahkan mendaftarkan diri pada kakak fulan untuk putera dan kakak fulaniyah untuk puteri.” Demikian dengan kegiatan ekstrakurikuler lainnya, seperti hadrah, drumband, paskibraka, dan lain sebagainya.

Alhamdulillah, prosesi orientasi untuk santri baru di PP Mahasina tidak mengandung unsur kekerasan, perpeloncoan, pembulian, dan semacamnya. Acara ini dipantau langsung oleh Pengasuh dan diawasi langsung oleh para guru. Jadi, dijamin tidak ada unsur kekerasan dalam segala bentuknya.

Acara pembacaan ikrar selesai sekitar Jam 01.10. Para santri langsung kembali ke asrama masing-masing untuk tidur nyenyak. Besok subuh, semua santri PP Mahasina sudah harus mengikuti shalat berjemaah. “Wah, apa tidak melelahkan?.” Insya Allah aman Ayah/Bunda.  Panitia Orientasi sudah memperhitungkan asupan gizi, waktu istirahat, dan lain-lain.

Untuk menjadi pohon besar, santri harus kuat secara mental, pikiran, dan fisik. Karena pohon besar harus menghadapi badai, hujan, panas, dan perubahan cuaca yang ekstrim. Kalau tidak mau menjadi pohon besar dengan ujian berat, seseorang  bisa memilih menjadi rumput saja, tapi nasibnya selalu diinjak-injak.

Semoga mereka semua betah, aman, nyaman, dan berprestasi bersama PP  Mahasina.

Berikut sebagian dari foto-foto prosesi pembacaan ikrar santri baru PP Mahasina Tahun Ajaran 2025-2026, sebagai berikut:

Api unggun befungsi untuk menghangatkan suasana dan menjadi simbol semangat yang membara. Menyala abangku….!

Pengasuh PP Mahasina dan guru puteri menemani para santri baru mengikuti prosesi ikrar santri baru secara seksama

Guru putera juga hadir dan duduk di samping pengasuh

 

Santri baru puteri mengikuti prosesi ikrar dengan khusyu’

Sebagian anggota Kalam (Keluarga Alumni Mahasina) yang putera turut serta dalam kegiatan ini

Sebagian anggota Kalam puteri tak mau kalah. Mereka juga menghadiri acara prosesi ikrar santri baru PP Mahasina

Alhamdulillah acara prosesi ikrar santri baru PP Mahasina berlangsung dengan baik. Tak ada santri yang minta istirahat, tak ada santri yang minta pertolongan pertama, tak ada santri yang menyerah. Hanya ada 1 atau 2 santri yang meneteskan air mata karena kesyahduan dan keheningan suasana. Wassalam: semoga keluarga besar PP Mahasina memperoleh rezeki yang penuh berkah, mendapatkan kesehatan yang prima, dan selalu bahagia dunia akhirat. Amin….

 

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur'an Wal Hadits

Jl. Masjid Raya No 50, Kp. Kemang RT/RW: 01/07, Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Jawa Barat 17411