Malam Jum’at di PP Mahasina merupakan malam yang spesial. Setelah maghrib, santri berdzikir bersama, lalu dilanjutkan dengan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW diiringi musik hadrah yang meriah. Setelah itu, para santri shalat Isya’ secara berjemaah.

Pengasuh PP Mahasina selalu setia menemani santri
Ini sudah menjadi rutinitas setiap minggu. Namun pada malam Jum;at ini, 17 Juli 2025, auranya terasa beda. Hal ini karena tiba-tiba lampu padam. Sekitar Jam 19.50, suasana menjadi gelap. Juga gulita. Hal ini tidak hanya terjadi di PP Mahasina saja, melainkan juga di seluruh kampung Kemang, mungkin juga di sebagian wilayah lain di Pondok Gede, Kota Bekasi.

Meski hanya diiringi satu flash HP, santri justru lebih bersemangat, tapi tetap menjaga kesyahduan shalawat Nabi
Namun di saat mati lampu, santri tetap bersemangat untuk bershalawatan. Volume hadrah semakin kencang, namun volume suara semakin syahdu. Semuanya menyatu di kegelapan malam, seakan-akan mereka sedang mengusir sifat malas, angkuh, dan kesombongan diri.

Shalat Isya tetap dilaksanakan secara berjemaah, namun kali ini disinari dengan lampu 2 motor
Oh ya, Pengasuh PP Mahasina, KH. Abu Bakar Rahziz, MA juga berada di tengah-tengah santri lho. Meski udara terasa hangat, karena pendingin ruangan tidak menyala, Pengasuh terus memimpin dan memimping para santri bershalawat. Inilah salah satu kekhasan pesantren, Pengasuh selalu berada di tengah-tengah santri, meski keadaan gelap gulita.
Beberapa saat setelah shalat Isya, lampu menyala kembali. Para santri menyambutnya dengan riang gembira. Sorak sorai menggema dari berbagai sudut.
Tinggalkan Komentar