Info Pesantren
Rabu, 22 Apr 2026
  • Pendidikan Terintegrasi Kader Ulama- Pemimpin Berakhlak Qur'ani Berwawasan Kebangsaan
  • Pendidikan Terintegrasi Kader Ulama- Pemimpin Berakhlak Qur'ani Berwawasan Kebangsaan
22 April 2026

Dari PP Mahasina untuk Semua Pesantren di seluruh Indonesia

Rab, 22 April 2026 Dibaca 25x Berita Terkini

Untuk pertama kali, Deklarasi Duta Pembangunan Akhlak Bangsa dibacakan di PP Mahasina, lalu dilanjutkan ke pesantren lain di seluruh Indonesia…….

“Kami duta pembangunan akhlak bangsa Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia Pusat,  menyatakan: 1. Siap berkontribusi positif dalam pembangunan akhlak bangsa; 2. Siap menjadi teladan bagi generasi muda; 3. Siap mengisi konten-konten  positif di media social; 4. Siap menolak berita hoax dan ujaran kebencian di media social; 5. Siap saring sebelum sharing segala  informasi, berita, dan cerita, serta siap saling mengingatkan,” demikianlah Deklarasi MUI Pusat Bidang Dakwah yang dibacakan  oleh para santri PP Mahasina, Rabu, 22 April 2026.

Ketua MUI Pusat Drs. K.H. Abdul Manan Ghani, MM menjelaskan bahwa bangsa Indonesia mengambil inspirasi dari Iran. Negeri ini diembaro, diboikot, dan dikucilkan selama 45 tahun. Namun ketika diserang oleh negara adidaya, yaitu Amerika Serikat dan Israel, negeri Persia ini mampu bertahan, bahkan bisa melakukan serangan balik.

“Inilah peran penting karakter bagi sebuah bangsa dan negara. Karakterlah yang menjadikan sebuah negara kuat dan maju,” ungkapnya tegas.

Selanjutnya, kyai yang sudah berusia 67 tahun namun masih penuh semangat menjelaskan bahwa bangsa Indonesia kalau ingin kuat dan ingin maju harus membangun karakter yang kuat, yaitu mental untuk mandiri dan maju.

Pada tahun 2045, Indonesia akan berupaya untuk bangkit melalui sebuah tekad bersama “Indonesia Emas 2045.” Saat itu, tenaga kerja produktif jauh lebih banyak daripada tenaga kerja non-produktif.

Biasanya, negara yang mengalami masa itu menghadapi dua kemungkinan: Pertama, menjadi negara maju jika tenaga kerja produktif terserap dalam lapangan kerja dan mereka mau bekerja. Kedua, negara itu hancur jika tenaga kerja produktif tidak tersalurkan, sehingga pengangguran terjadi di mana-mana. Pengangguran mengakibatkan kriminalitas, konflik, dan berbagai persoalan lainnya. Akibatnya, negara menjadi rusuh dan hancur.

Agar tahun 2045 Indonesia menjadi negara emas, bukan negara cemas, maka pembangunan karakter, sebagaimana dilakukan PP Mahasina harus terus digalakkan.

Pengasuh PP Mahasina KH. Abu Bakar Rahziz, MA menegaskan bahwa salah satu cara untuk membangun karakter yang kuat adalah masyarakat Indonesai harus bijak dalam menggunakan media sosial, sehingga menjadikan wahana ini sebagai sarana untuk produktif, bukan untuk main-main.

“Media sosial menjadi tantangan besar, sehingga perlu sikap bijak dalam penggunaannya. Santri Mahasina diharapkan menjadi pelopor dalam menjaga akhlak, khususnya dalam bermedia sosial”, ungkap kyai yang akrab dipanggil Abah ini.

Beliau juga menyoroti persoalan moral dan karakter generasi muda saat ini. Menurutnya, meskipun santri mendapatkan pembinaan setiap hari, tantangan terbesar datang dari perkembangan zaman dan pengaruh media sosial yang penuh dengan hal negatif.

“Oleh karena itu, seluruh pesantren di Indonesia perlu mendorong para santri untuk menjadi pelopor dalam penggunaan media sosial yang positif dan berakhlak,” ungkapnya penuh semangat.

Reporter: Muhammad Ridho Al-Fathir, Arva Naraya Usman, Azka Muhammad

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur'an Wal Hadits

Jl. Masjid Raya No 50, Kp. Kemang RT/RW: 01/07, Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Jawa Barat 17411