Reportase Arva Naraya U, Santri Jurnalis Kelas 10 MA Mahasina
Rabu, 26 Mei 2026, Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur’an wal Hadits, Kampung Kemang, Pondok Gede, Kota Bekasi mendapatkan kesempatan dari BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji) menjadi tuan rumah live streaming tentang jemaah haji Indonesia yang berada di Padang Arafah.
Sebagaimana kita maklumi, inti dari ibadah haji adalah wukuf di Arafah, dari waktu Zuhur minimal sampai terbenam matahari dan sangat dianjurkan agar bisa sampai terbit fajar di pagi hari. Nah, live streaming yang dilakukan PP Mahasina bersama BPKH dan www.republika.co.id menyajikan siaran langsung suasana Wukuf di Padang Arafah.
Selain itu, melalui nara sumber dari BPKH bersama Bank Muamalat Indonesia juga mensosialisasikan literasi keuangan terkait haji, terutama bagi para pemuda-pemudi, agar mereka mampu berhaji di usia sekitar 35-40 tahun.
Acara yang dimulai pukul 15:00 WIB ini diawali dengan salat Ashar berjemaah, dilanjutkan dengan acara yang dipandu oleh Host Sahil Mulachela. Para santri menyaksikan dari tiga titik, yaitu di ball room sebagai titik utama di halaman dekat panggung untuk titik kedua, dan di halaman dekat kantin sebagai titik ketiga. Semua titik dilengkapi dengan layar besar, dengan gambar yang tajam.
Acara dimulai dengan komunikasi langsung host dari PP Mahasina ke Padang Arafah yang dilanjutkan dengan tanya jawab. Selanjutnya, sambutan Pengasuh PP Mahasina KH. Abu Bakar Rahziz, MA yang mengucapkan terima kasih karena mempercayakan pesantren ini sebagai tempat live streaming dari Padang Arafah. Acara yang tidak kalah pentingnya adalah dialog tentang haji. Dalam kesempatan ini, Pengasuh PP Mahasina mendorong agar santri mulai berniat dan menabung untuk berhaji dengan saldo minimal Rp 100 ribu Rupiah. “Insya Allah dengan begitu kita akan tercatat telah melaksanakan ibadah haji, meski kelak kita tidak mampu menunaikan rukun Islam kelima itu,” ungkapnya.
Tinggalkan Komentar