Tak Terasa, perjalanan Pelatihan Metode Mumtaz sudah berjalan selama 4 hari, dari 10 sampai 13 September 2025. Alhamdulilllah, penyampaian materi berjalan sesuai dengan yang ditargetkan para pelatih. Pada Sabtu Malam, kegiatan pelatihan diliburkan karena seluruh santri harus mengikuti kegiatan lain, yaitu ceramah dan tanya jawab bersama seorang professor dan seorang kandidat doktor dari Jepang.https://pesantrenmahasina.com/profesor-dan-calon-doktor-dari-jepang-sampaikan-tausiyah-di-pp-mahasina/
Pada Ahad, 14 September 2025, Pelatihan Baca Kitab Kuning dengan Metode Mumtaz diliburkan dulu, agar para santri menikmati hari libur di PP Mahasina dengan lebih rileks. Pada hari libur, kegiatan para santri hanya senam jasmani, bersih-bersih, kegiatan ekskul bagi yang ikut, sert kegiatan santai lainnya.
Santri Kelas 7 Jadi Peserta
Salah satu hal menarik dari pelatihan ini adalah adanya seorang santri Kelas 7 yang menjadi peserta, yaitu ananda Ahmad Khoir Albasyar. Ananda Ahmad bersaing dengan peserta lainnya dari Kelas 9 MTs dan Kelas 10 MA. Secara tidak langsung, ananda Ahmad bersaing dengan kakak kelas yang berada 2 dan 3 level di atasnya.
Menurut pengamatan Tim Media PP Mahasina, keikutsertaan ananda Ahmad tidak mengecewakan. Ketika trainer meminta untuk ikut membaca Kaidah Tata Bahasa Arab dengan nyanyian, ananda Ahmad masih bisa mengikutinya. Ketika trainer meminta peserta untuk menyebutkan kaidah tertentu tanpa melihat buku, ananda Ahmad juga masih bisa melafalkannya. Begitu juga ketika diminta bergabung dengan 2 orang kakak kelasnya untuk menghafalkan kaidah disertai permainan, ananda Ahmad masih bisa mengikutinya dengan baik.
Ananda Ahmad mempunyai hafalan yang kuat. Sejauh ini dia sudah hafal 3 kitab terkait dengan Tata Bahasa, yaitu Kitab al-Jurumiyah, Kita al-Imrithi, dan Kitab Nadzamul Maqsud. Melalui pelatihan Metode Mumtaz, maka ananda Ahmad dan peserta lainnya diajak untuk memahami Kaidah Tata Bahasa Arab dengan baik.
Peserta Menerima Hadiah dari Trainer
Selama 4 hari pelatihan, para peserta juga sudah menerima banyak hadiah dari trainer. Hadiah diberikan kepada peserta yang paling cepat menghafalkan atau mengucapkan kaidah tertentu dengan cepat tanpa melihat teks.
Berdasarkan catatan Tim Media, beberapa peserta yang sudah menerima hadiah adalah ananda Amreeh Sutta A, Kautsar Afifah A, dan Quirina Salsabila, masing-masing 1 kali, serta ananda Maula Aqsho M sebanyak 2 kali. Hadiahnya apa ya? Hadiyahnya sangat lumayan, mata uang berwarna kemerah-merahan dan kebiru-biruan.
Pada Senin, 15 Sepetember 2025, pelatihan Metode Mumtaz akan digulirkan kembali. Semoga Pengasuh, para santri, guru, dan seluruh keluarga besar PP Mahasina sehat selalu serta mendapatkan rezeki yang berkah dan melimpah. Amin….
Tinggalkan Komentar