Info Pesantren
Jumat, 23 Okt 2026
  • Pendidikan Terintegrasi Kader Ulama- Pemimpin Berakhlak Qur'ani Berwawasan Kebangsaan
  • Pendidikan Terintegrasi Kader Ulama- Pemimpin Berakhlak Qur'ani Berwawasan Kebangsaan
22 Oktober 2026

Menteri PPPA Pimpin Upacara Hari Santri Nasional di PP Mahasina

Kam, 22 Oktober 2026 Dibaca 288x Berita Terkini
Reportase oleh Arva Naraya Usman, Santri Jurnalis Kelas 11 MA, foto oleh Azka Junaidi/Nizhan Nawawi, Santri Jurnalis Kelas 10 MA, dan Editing oleh Zubairi Hasan, Guru Jurnalistik PP Mahasina.

KOTA BEKASI, 22 Oktober 2026 — Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur’an wal Hadits menggelar upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Lapangan Barat Mahasina, Kota Bekasi, Kamis (22/10). Upacara berlangsung khidmat dengan diikuti sekitar 1000 santri putra dan putri, para guru, serta sekitar 300 keluarga besar pesantren dan 150 undangan dari 12 sekolah lain di sekitar PP Mahasina.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si., bertindak sebagai pemimpin upacara.

Para santri telah bersiap sejak pagi hari dengan mengenakan baju putih dan sarung khas Mahasina. Berbeda dari tahun sebelumnya, tata letak peserta upacara kali ini diarahkan menghadap panggung out door, sehingga denah acara berbentuk empat persegi panjang, bukan berbentuk letter U sebagaimana tahun sebelumnya.

Dalam sambutannya, Pengasuh PP Mahasina, KH. Abu Bakar Rahziz, M.A., mengajak para santri menghidupkan semangat Resolusi Jihad 1945 melalui perjuangan menghadapi berbagai persoalan yang mengancam masa depan generasi muda.

“Resolusi Jihad 1945 mengajarkan kita untuk tidak menyerah, mempertahankan negeri melawan kekejaman, kezaliman, dan penjajahan. Resolusi Santri hari ini menuntut kita berani melawan kebodohan, melawan framing negatif, melawan hoaks, judol, judi online, fitnah, pornografi, kecanduan game, dan segala hal yang merusak masa depan santri dan generasi Indonesia,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Abah, para santri bersama elemen masyarakat lain di seluruh Indonesia perlu segera melakukan Resolusi Jihad Digital Santri, yaitu gerakan untuk membuang jauh dampak negatif teknologi digital serta mengambil manfaatnya sebanyak mungkin.

Ia juga menekankan pentingnya peran santri dalam menghadapi perubahan zaman. Menurutnya, santri perlu menjadi generasi yang mampu menjaga tradisi pesantren sekaligus melahirkan inovasi dan membawa manfaat bagi masyarakat.

“Mari kita buktikan bahwa santri bukan hanya pewaris tradisi, melainkan juga pencipta inovasi. Santri bukan hanya penjaga nilai-nilai luhur, melainkan juga pelopor perubahan yang membawa kemaslahatan bagi bangsa dan pondok-pondok pesantren di Indonesia ini,” katanya.

Upacara dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih, mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan, pembacaan Pancasila, dan Ikrar Santri.

Dalam amanatnya sebagai pemimpin upacara, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menegaskan bahwa para santri memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa. Ia mengapresiasi kesempatan yang diperoleh para santri untuk menempuh pendidikan di pesantren.

“Kalian adalah generasi Indonesia masa depan. Di tangan kalianlah Indonesia yang akan datang. Mau jadi seperti apa, kalianlah yang akan menjadi pemimpinnya. Oleh karena itu, sangat tepat ketika orang tua kalian memberikan kesempatan kepada anak-anakku semua untuk menuntut ilmu di pondok pesantren, khususnya Pondok Pesantren Mahasina,” tuturnya.

Arifatul juga mengingatkan para santri agar bersyukur atas kesempatan memperoleh pendidikan di lingkungan pesantren. Ia menyebutkan bahwa anak-anak Indonesia berjumlah sekitar 88 juta jiwa atau sepertiga dari total penduduk. Di tengah besarnya jumlah tersebut, kesempatan menempuh pendidikan di pesantren merupakan hal yang patut disyukuri dan dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Dalam kesempatan itu, Arifatul turut membagikan pengalaman pendidikannya sebagai santri di Pesantren Asy-Syafi’iyah sekitar 44 tahun lalu. Ia menempuh pendidikan tingkat Tsanawiyah hingga Aliyah selama enam tahun, sembari mengikuti pendidikan SMP atau SMA pada sore hari. Dengan menjalani dua jalur pendidikan tersebut, ia berhasil memperoleh empat ijazah.

Usai upacara, peringatan Hari Santri Nasional dilanjutkan dengan berbagai penampilan santri dan guru. Di antaranya adalah penampilan Paskibra putri yang meraih juara harapan I tingkat mula dan juara harapan II tingkat madya di Kota Bekasi, pembacaan puisi tujuh bahasa oleh Devanel Azka dari kelas XII PA, tari daerah, serta penampilan Drumband Mahasina.

Tim tari Mahasina juga menampilkan prestasinya sebagai peraih juara II lomba tari kreasi tingkat Jabodetabek yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi. Sementara itu, para guru mempersembahkan drama tentang Resolusi Jihad yang menggambarkan semangat perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan, termasuk peristiwa heroik 10 November 1945 di Surabaya.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan festival kuliner gratis. Para santri dapat menukarkan kupon untuk memperoleh makanan dan minuman yang disediakan di sejumlah stan, antara lain es teh, mi goreng, ayam goreng, siomai, dan bakso.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, PP Mahasina mengajak para santri untuk terus merawat semangat perjuangan, meningkatkan kualitas diri, serta berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa. Semangat tersebut diharapkan menjadi bekal bagi santri untuk menghadapi tantangan zaman dan mengambil peran dalam membangun Indonesia pada masa depan.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur'an Wal Hadits

Jl. Masjid Raya No 50, Kp. Kemang RT/RW: 01/07, Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Jawa Barat 17411