Info Pesantren
Senin, 18 Mei 2026
  • Pendidikan Terintegrasi Kader Ulama- Pemimpin Berakhlak Qur'ani Berwawasan Kebangsaan
  • Pendidikan Terintegrasi Kader Ulama- Pemimpin Berakhlak Qur'ani Berwawasan Kebangsaan
17 Mei 2026

Saatnya NU Tampil Sebagai Pelopor di Dunia Digital

Ming, 17 Mei 2026 Dibaca 35x Acara

 

“Janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan sebagai penulis”

Lembaga at- Ta’lif dan an- Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN-NU) Kota Bekasi mencoba membangkitkan kembali tradisi lama yang mulai pudar, bahkan menghilang, yaitu tradisi menulis dan publikasi.

Untuk itulah, LTN-NU Kota Bekasi mengadakan Pelatihan Jurnalistik dan Medsos dengan tema: “Bukan Sekadar Viral, Tapi Bernilai,” di Gedung NU Center, Kota Bekasi, 17 Mei 2026.

Dalam kesempatan ini hadir sebagai pembicara Ahmad Naufal (Redaktur NU Online) dan Deni Ardini (Pendiri Info Bekasi).

Hadir dalam pelatihan ini sekitar 70 peserta.

“Alhamdulillah telah hadir perwakilan MWC, lembaga otonom, pesantren, dan lain sebagainya,” ungkap H. Mustofa, Ketua LTN-NU Kota Bekasi.

Dalam kesempatan ini, Ahmad Naufa memprovokasi peserta untuk menulis atau membuat video terkait NU agar kegiatan organisasi ini bisa dilihat dan dibaca oleh warga NU di wilayah lain, bahkan di manca negara.

Sementara itu, Deni Ardini menambahkan bahwa media sosial sangat penting untuk mendukung usahanya, yaitu oleh-oleh khas Kota Bekasi. Berkat media sosial, usahanya yang beromset ratusan ribu perhari, kini sudah menyentuh puluhan juta.

“Sekarang berbisnis tanpa dukungan media sangat sulit untuk berkembang,” ujar Bang Deni.

Dalam sambutannya, Ketua PCNU Kota Bekasi KH. Ayi Nurdin menegaskan bahwa tradisi menulis di NU sudah berkembang sejak sebelum NU berdiri.

“Sebelum mendirikan NU, KH. Hasyim Asy’ari merupakan seorang penulis puluhan kitab yang sampai kini menjadi rujukan hampir semua pesantren di Indonesia,” ungkapnya.

Masih menurut Kyai Ayi, setahun setelah NU berdiri, yakni sekitar tahun 1927, NU sudah mempunyai media resmi yaitu Suara NU, setebal 200 halaman lebih, ditulis dengan huruf Pegon berbahasa Jawa.

“Semuanya menunjukkan bahwa NU sangat peduli para media,” ungkap Kyai Ayi.

Kenapa warga NU perlu hadir di ruang digital? Atas pertanyaan ini Bang Deni memberikan jawaban bahwa NU perlu menyebarkan kebaikan dan inspirasi pada seluruh masyarakat.

“Selain itu, di Kota Bekasi dan di Indonesia warga NU cukup banyak. Ini cukup penting untuk mendorong Pemerintah agar selalu memperhatikan aspirasi rakyat,” ungkapnya.

Artikel Lainnya

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur'an Wal Hadits

Jl. Masjid Raya No 50, Kp. Kemang RT/RW: 01/07, Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Jawa Barat 17411