Info Pesantren
Selasa, 29 Sep 2026
  • Pendidikan Terintegrasi Kader Ulama- Pemimpin Berakhlak Qur'ani Berwawasan Kebangsaan
  • Pendidikan Terintegrasi Kader Ulama- Pemimpin Berakhlak Qur'ani Berwawasan Kebangsaan
28 September 2026

Bersiap-siap Sejak Subuh, Baru Tampil Jam 22.00, Tapi Masih Juara Dua

Sen, 28 September 2026 Dibaca 319x Prestasi

Siapa sajakah santri PP Mahasina yang menjuarai berbagai lomba di bulan September 2026? Tolong baca tulisan ini sampai akhir….!

Tim Tari PP Mahasina, Pondok Gede, Kota Bekasi, memperlihatkan ketangguhan yang luar biasa. Harus siap-siap sejak setelah salat Subuh, namun karena mendapatkan undian ke 205 dari 209 peserta, maka mereka baru tampil 14 jam berikutnya pada Pukul 22.00 WIB. Alhamdulillah mereka meraih Juara II.

Lomba yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi, Sabtu, 26 September 2026, di Revo Mall, memang berlangsung meriah. Lomba tingkat Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) ini dihadiri ratusan peserta lengkap dengan supporter masing-masing.

PP Mahasina termasuk lembaga pendidikan yang mengirimkan utusan, yaitu Rizka Zakiyah Fairuz, Syifa Fadhillah, Heba Andi Bhandira, Litsa Nainil Amani, Aora Ferly Anjani, Naira Fenindya, Azkiya Nur Aini, dan Azizatussalwa Wijaya. Mereka terdiri dari pelajar tingkat MTs dan MA yang usianya masih memenuhi persyaratan yang ditentukan Panitia.

Dalam Tari Rampak dengan tema Tari Kreasi Tradisional dan Nusantara ini Tim Tari PP Mahasina menampilkan tari Betawi dengan pakaian yang berwarna-warni mencolok yang mencerminkan perpaduan budaya Arab, Tionghoa, Melayu, dan tentu saja budaya lokal Betawi sendiri. Selain itu, gerakannya juga mencerminkan kelincahan yang sangat dinamis, namun jauh dari unsur-unsur erotis.

Dalam lomba tari di manapun, penampilan penari menjadi hal penting. Karena itu, Tim Tari dari PP Mahasina harus bersiap-siap sejak setelah salat Subuh di pagi hari, lalu berangkat ke Revo Mall, Kota Bekasi, pada Jam 08.00 WIB. Namun, undian yang diperoleh mengharuskan mereka tampil menjelang akhir acara.

Sebelum tampil, mereka harus melawan rasa kantuk yang berat, rasa bosan yang memuncak, dan rasa jenuh karena lama menunggu. “Alhamdullah, mereka sudah terlatih menjadi Santri Tangguh Bersedia Berjuang, sehingga dapat melawan rasa jenuh dengan baik,” ungkap Ustazah Alfuhera, guru pembina ekstrakurikuler yang pernah melaksanakan studi singkat selama 6 bulan di al-Azhar Mesir, sebagai penugasan dari Kementerian Agama Republik Indonesia.

Di tengah rasa jenuh itulah, Tim Tari PP Mahasina tampil baik, sehingga mendapatkan beberapa tepuk tangan dari penonton.

“Masya Allah, semangat mereka luar biasa. Dari pagi sudah persiapan, dan baru tampil malam hari karena mendapat urutan ke-205. Tapi mereka tampil tetap semangat. Bahkan ketika kipasnya sempat jatuh, mereka tetap profesional dan melanjutkan penampilan dengan baik. Proud of you, girls!,” demikian ungkap Ustazah Umy Nadirah, seorang guru PP Mahasina yang juga seorang hafizah yang pintar berbahasa Inggris serta alumni univeritas ternama di Yogyakarta yang saat itu turut serta menjadi supporter.

Salah satu Tim Penari, ananda Rizka Zakiyah Fairus, mengungkapkan rasa bangganya atas kekompakan teman-temannya saat berlatih maupun saat tampil. “Kalau kita sudah kompak, segala macam hambatan akan terselesaikan dengan baik,” ungkapnya penuh semangat.

Hal yang sama juga diungkapkan ananda Heba Andhira Firyal. Ketika ditanya soal kesan-kesan, malah tidak menyebutkan bosan dan jenuh sama sekali, melainkan mengungkapkan kesenangannya karena bertambah ilmu dan pengalaman.

“Alhamdulillah mendapatkan ilmu baru, teman baru, dan pengalaman baru. Soal menang kalah tidak perlu dipikirkan. Yang penting kita berusaha menunjukkan penampilan terbaik,” ujarnya.

Dalam satu bulan terakhir ini, PP Mahasina sudah mengikuti sejumlah kejuaraan dan berhasil dengan baik. Ada ananda Choirul Ihsan (Kelas 12 MA) yang meraih Juara II Lomba Storytelling pada Interantional Culture and Festival yang diadakan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tingkat SMA-Mahasiswa. Dalam kesempatan yang sama ananda Zahra Rizkiani (Kelas 11 F) juga meraih Juara Harapan Lomba Khithabah al-Arabiyah.

Selain itu, ada juga ananda  Nayla Putri Ayunia (Kelas 12) yang meraih Juara II dalam Lomba Tilawah al-Qur’an dalam rangka Istiqlal Yout Festival di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Secara akademik, PP Mahasina tak mau ketinggalan. Ananda Raysha Shazfa Nafeeza (Kelas 11 E) meraih Juara I Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI)Tingkat Kota Bekasi Bidang Biologi. Dalam kesempatan yang sama ananda Kautsar Afifah Anwar (Kelas 11 D) meraih Juara II Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Kota Bekasi Bidang Ekonomi.

Alhamdulillah, meski PP Mahasina merupakan pesantren, tapi masih bisa menjuarai kejuaraan di bidang yang biasa digeluti anak-anak SMP-SMA. Bagaimana dengan kejuaraan yang biasa digeluti anak pesantren, seperti lomba hafalan al-Qur’an, hadits, Nahwu, Fathul Qarib, dan lain sebagainya? Maaf, tulisan ini sudah terlalu panjang. Jika pembaca ingin mengetahui jawabannya, mari berunjung ke PP Mahasina dan melihat rak-rak piala yang ada di sana.

 

 

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur'an Wal Hadits

Jl. Masjid Raya No 50, Kp. Kemang RT/RW: 01/07, Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Jawa Barat 17411