“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dapat diterima di Program Studi Hukum, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui jalur Seleksi Bibit Unggul Berprestasi (SBUB),” demikian ungkap Ananda Abyasa Maula Kurnia, alumni PP Mahasina Tahun 2026, kepada pesantrenmahasina.com, Jumat, 12 Juni 2026.
UNDIP Semarang menempati peringkat 4 di Indonesia berdasarkan pemeringkatan dari EduRank 2026. Sedangkan SBUB adalah seleksi jalur penerimaan mahasiswa baru program Sarjana (S1) dan Vokasi/Sarjana Terapan tanpa tes tertulis yang dikhususkan bagi siswa berprestasi di bidang kepemimpinan, akademik, olahraga, kesenian, sains, teknologi, humaniora, hingga keagamaan.
Nah, Ananda Abyasa, demikian akrab dipanggil, memanfaatkan pengalamannya sebagai Ketua ORSAM untuk masuk UNDIP melalui jalur prestasi.
“Dalam jalur SBUB kepemimpinan, pengalaman sebagai Ketua Orsam menjadi penting karena menunjukkan rekam jejak kepemimpinan yang nyata. Saya belajar bahwa seorang pemimpin harus mampu memberikan teladan, bekerja sama dengan tim, mendengarkan aspirasi anggota, serta bertanggung jawab terhadap amanah yang diberikan,” ungkap remaja kelahiran Blitar 18 tahun lalu.
Untuk lulus seleksi melalui jalur kepemimpinan, anak pertama dari tiga bersaudara ini harus mengiuti dua tahapan seleksi, yaitu seleksi administrasi (portofolio) dan wawancara.
“Kedua tahapan tersebut dipersiapkan dengan sungguh-sungguh, mulai dari menyiapkan dokumen pendukung, sertifikat prestasi dan kegiatan, hingga menyusun bahan presentasi untuk wawancara. Penampilan saat wawancara juga saya persiapkan dengan baik, termasuk mengenakan setelan jas dan kopiah hitam sebagai identitas seorang santri,” ujarnya.
Tentu saja pengalaman sebagai Ketua ORSAM bukan satu-satunya faktor untuk diterima di perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia. Diperlukan pencapaian dan prestasi lain yang mendukung. Nah, Ananda Abyasa memiliki sejumlah prestasi yang tersertifikasi, antara lain:
“Saya bersyukur karena selama belajar di Pondok Pesantren Mahasina, saya berusaha membagi waktu antara kegiatan akademik, organisasi, dan pengembangan diri. Ada kalanya saya merasa lelah karena harus menyelesaikan tugas sekolah sekaligus menjalankan tanggung jawab organisasi. Namun, pengalaman tersebut justru melatih kedisiplinan, manajemen waktu, kemampuan komunikasi, serta jiwa kepemimpinan,” ungkapnya sambil mengenang masa belajar di PP Mahasina.

Sampai berita ini ditulis, sudah sekitar 26 santri alumni PP Mahasina Tahun 2026 yang diterima di perguruan tinggi negeri. Bahkan salah satu dari mereka diterima di Universitas al-Azhar, Kairo Mesir, atas nama Ananda Ahmad Muntazhir.
Sementara itu, santri lainnya masih berusaha untuk mengembangkan diri melalui perkuliahan melalui berbagai jalur yang tersedia. Pengalaman 5 angkatan sebelumnya, yang mendaftarkan diri di Perguruan Tinggi Negeri semuanya 100 persen diterima. Hal ini karena sejak dini PP Mahasina memberikan bimbingan intensif agar para alumninya dapat memasuki Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan beasiswa.
Para santri yang sudah mendapatkan tempat kuliah sesuai minatnya mengucapkan terima kasih kepada orang tua, pengasuh pesantren, para guru, serta teman-teman yang selalu memberikan semangat dalam setiap proses yang saya jalani.
“Keberhasilan ini bukan semata-mata hasil usaha pribadi, melainkan juga berkat doa, dukungan, dan bimbingan dari mereka semua,” ungkap Ananda Abyasa sekaligus mewakili sebagian teman-temannya.
Kepada adik-adik kelas, alumni PP Mahasina berpesan agar para santri mulai mempersiapkan diri sejak dini, baik dalam bidang akademik maupun organisasi, sebagaimana juga memanfaatkan setiap kesempatan untuk belajar, mengikuti perlombaan, mengembangkan keterampilan, serta aktif dalam berbagai kegiatan pesantren.
“Selain fokus pada prestasi akademik, kita juga perlu membangun karakter, kemampuan komunikasi, dan jiwa kepemimpinan. Pengalaman organisasi, kemampuan bekerja sama, serta keberanian untuk mencoba hal-hal baru akan menjadi bekal yang sangat berharga di masa depan,” ungkap Ananda Abyasa memberi semangat.
Tinggalkan Komentar