Info Pesantren
Jumat, 27 Mar 2026
  • Pendidikan Terintegrasi Kader Ulama- Pemimpin Berakhlak Qur'ani Berwawasan Kebangsaan
  • Pendidikan Terintegrasi Kader Ulama- Pemimpin Berakhlak Qur'ani Berwawasan Kebangsaan
8 Maret 2026

KH. Rofiuddin Hasbullah, S.Th.i: Setiap Santri Membaca al-Qur’an, Orang Tua Mendapatkan Pahalanya

Ming, 8 Maret 2026 Dibaca 147x Berita Terkini

Berbahagialah bagi orang tua yang anaknya berada di pesantren, karena akan terus menjadi sumber pahala, baik di dunia maupun di akhirat.

“Setiap santri membaca al-Qur’an, maka pahalanya bukan hanya untuk santri itu sendiri, melainkan juga orang tua dan wali santrinya, baik itu saat mereka masih hidup, apalagi ketika mereka sudah wafat,” demikian ungkap KH. Rofiuddin Hasbullah, S.Th.i saat menyampaikan ceramah Malam Nuzulul Qur’an di Auditorium PP Mahasina, Sabtu, 7 Maret 2026.

Sejumlah riwayat sahih menjelaskan Allah SWT menghentikan siksaan kubur ketika seorang anak sedang membaca al-Qur’an meski hanya lafaz Bismillah. “Meski seorang santri tidak paham apa yang  dibacanya karena masih santri baru, pahala akan terus mengalir kepada kedua orang tuanya, baik di dunia maupun di akhirat,” ungkap kyai muda yang sedang hits di Kota Bekasi ini.

Selanjutnya, kyai muda yang masih keluarga dekat dari Pengasuh PP Mahasina yaitu Abah KH. Abu Bakar Rahziz, MA, menegaskan bahwa santri akan sukses jika melakukan dua hal, yaitu: pertama, mematuhi pesan dan nasihat orang tua, serta kedua mematuhi ajaran para guru. “Meski santri suka usil, bahkan sedikit nakal, Insya Allah, kalau melaksanakan dua hal itu kenakalannya hanya akan menjadi kenakalan anak-anak, namun ketika dewasa akan sukses,” demikian ungkap kyai  yang sehari-hari mengajar di Majelis Ta’lim al-I’tshom, Jl. Cempaka Raya RT 06/01, Kel. Jatibenting, Kec. Pondok Gede, Kota Bekasi.

Meski lelah, karena harus mengikuti acara sejak habis salat Asar, santri mengikuti acara tausiyah Nusulul Qur’an dengan hikmat. Selain isi ceramah yang pas untuk santri, juga karena KH. Rofiuddin Hasbullah, S.Th.i menyelingi ceramahnya dengan humor-humor jenaka, dengan vokal yang menggelorakan semangat.

Sebelum mengakhiri ceramahnya, kyai yang videonya sudah banyak tersebar di channel Youtube ini, mengajak seluruh santri membacakan doa kepada kedua orang tua secara berulang-ulang dengan penuh khusyu’, dan para santri mengikutinya sengan suara menggema namun tetap syahdu.

Seorang santriwati dari Kelas 9 yang tidak mau disebutkan namanya merasa senang dengan ceramah sang kyai. Selain menyentuh hati, juga membuat kita paham apa yang harus dilakukan seorang pelajar dan seorang anak. “Tapi tahun depan, ceramahnya habis Isya aja, biar kita lebih fresh mendengarnya,” ungkap santriwati asal Jakarta ini.

Habis ceramah, sarjana bidang teologi Islam ini sowan ke Abah sebagai Pengasuh PP Mahasina dan sebagai keluarga ditemani kerabat dekat lain yang juga pengajar di PP Mahasina, yaitu Ustaz Lazuardi  dan Ustaz Luthfi (Adik kandung). Beberapa guru PP Mahasina juga ikut menemani mereka. Abah pun memberikan amalan kepada mereka dan kepada guru-guru yang hadir berupa kedahsyatan Surat al-Fatihah.

Malam Nuzulul Qur’an merupakan acara penutup kegiatan Ramadan di PP Mahasina. Meski begitu, masih ada dua kegiatan lagi yang harus diikuti para santri, yaitu: Sanadan (pemberian sanad kepada santri yang telah mengkhatamkan kitab) serta Tausiyah Umum dari Pengasuh menjelang perpulangan santri untuk berlibur.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur'an Wal Hadits

Jl. Masjid Raya No 50, Kp. Kemang RT/RW: 01/07, Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Jawa Barat 17411