Info Pesantren
Rabu, 22 Apr 2026
  • Pendidikan Terintegrasi Kader Ulama- Pemimpin Berakhlak Qur'ani Berwawasan Kebangsaan
  • Pendidikan Terintegrasi Kader Ulama- Pemimpin Berakhlak Qur'ani Berwawasan Kebangsaan
1 Maret 2026

PP Mahasina Buka Jalan bagi Santri untuk Kuliah di Luar Negeri

Ming, 1 Maret 2026 Dibaca 196x Berita Terkini

Inilah salah satu kelebihan PP Mahasina: membuka wawasan internasional untuk para santri, sehingga mereka termotivasi untuk belajar dan mempersiapkan diri sejak dini dengan sungguh-sungguh….

Minggu, 1/03/2026, di Auditorium PP Mahasina, santri Kelas 9 sampai Kelas 12 dan sebagian santri Kelas 8 yang berminat mengikuti acara Seminar dan Bedah Kampus Luar Negeri bertaju “Dari Mahasina Menuju al-Azhar Cairo, Turki, Saudi Arabia, Tunisia, dan Maroko.” Melalui forum ini, santri mendapatkan kesempatan untuk mengetahui proses seleksi, persyaratan, pembiayaan dan seluk beluk kuliah di Mesir, Turki, Maroko, Arab Saudi, dan Tunisia.

Pengasuh PP Mahasina KH. Abu Bakar Rahziz, MA berpesan di manapun santri PP Mahasina berada, apakah di dalam negeri atau di luar negeri harus tetap menjaga akhlak dan iman sebagai santri. Selain itu, santri juga harus menjaga aqidah Ahlus Sunnah wal-Jamaah yang salah satu cirinya adalah moderat dan tidak ekstrim kiri atau ekstrim kanan.

“Jangan sampai ilmu bertambah, tapi iman dan akhlak minus. Nanti seperti orang Israil yang suka menjajah dan menyerang negara lain,” pesan Abah penuh makna.

Maklum, remaja yang berusia 18-20 tahun lalu pergi jauh ke luar negeri, tanpa dibekali persiapan iman dan akhlak yang baik justru bisa merusak masa depan, karena di sana banyak paham-paham yang ektrim, terutama paham takfiri yang mudah mengkafirkan orang lain.

Pada kesempatan tersebut ditandatangani juga nota kesepahaman antara PP Mahasina dan Markaz Al-Azhar Indonesia (MAI) yang mendapatkan mandat dari al-Azhar Mesir untuk melatih calon mahasiswa al-Azhar agar mereka mempunyai kemampuan berbahasa Arab sesuai dengan standar universitas yang telah berumur lebih dari 1000 tahun itu.

Dalam kesempatan ini, MAI hadir dengan full team. Dari lembaga yang sudah memberangan sekitar 10 ribu mahasiswa Indonesia ke al-Azhar, Mesir, sejak 2011,  hadir Muhammad Arifin MA. (Direktur Markaz Al Azhar Indonesia), Muhammad Misbahul Munir Lc. (Manager Operasional Markaz Al Azhar Indonesia), Nur Fadzli M. Thoif, Lc (Manager Divisi Marketing Markaz Al Azhar Indonesia), Fitrian Nabil, Lc (Pengajar Markaz Al Azhar Indonesia), Farhan Ramadhan (Tim media Markaz AI Azhar Indonesia). Jangan dilupakan juga Ustaz Ahmad Nur Muchlisin yang selain pengajar di MAI, juga merupakan guru di PP Mahasina.

Adapun seluk beluk perkuliahan di Turki disampaikan oleh Taufiq Ismail, MA, seorang santri dari Jawa tengah yang menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 di Turki.  Seluk beluk kuliah di Arab Saudi disampaikan oleh  Abu Yusuf Akhmad Jafar, LC, M.Pd dan Ustaz Agus Mujib, MA. Ustaz Agus Mujib juga merupakan pengajar di PP Mahasina.

Sementara itu, seluk beluk perkuliahan di Tunia dan Maroko disampaikan oleh perwakilan dari Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) dari negara tersebut.

Pengasuh PP Mahasina Nyai Hj. Badriyah Fayumi menjelaskan bahwa PP Mahasina selalu memikirkan alumni dan membuka jalan untuk kesuksesan mereka di masa depan. Dengan acara ini, para santri dapat berpikir mau ke mana setelah lulus dari pondok dan hal apa saja yang perlu dipersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Jadi saat kuliah di dalam negeri atau di luar negeri sudah mempunyai persiapan yang matang.

Artikel Lainnya

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur'an Wal Hadits

Jl. Masjid Raya No 50, Kp. Kemang RT/RW: 01/07, Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Jawa Barat 17411