Alhamdulllah, malam ini, 19 Agustus 2025, santri PP Mahasina melaksanakan shalat hajat lidaf’il bala’ (shalat hajat untuk menolak marabahaya/musibah. Di Indonesia, dikenal dengan shalat Rabu Wekasan.
Shalat Rabu Wekasan di PP Mahasina dipimpin oleh Ust Nurkholis, alumni Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Jawa Tengah (Satu almamater dengan Gus Baha). Sedangkan doa dan pembacaan Yasin dipimpin oleh Ust. Afham Habibullah, seorang guru PP Mahasina yang hafal al-Qur’an.
Jadi, inti dari shalat ini adalah agar kita dan keluarga kita selamat dari berbagai macam bahaya.
Berdasarkan keterangan berbagai kitab-kitab klasik, seperti Hidayatus Zain dan Kanzun Najah, pada Rabu terakhir di bulan Shafar akan turun 320 ribu bala (antara lain berbentuk penyakit). Salah satu cara untuk menolak/mencegah bahaya itu adalah dengan shalat Rabu Wekasan.
Shalat hajat lidaf’il bala’ (shalat untuk mencegah bala) dilaksanakan 4 rakaat, setiap 2 rakaat diselesaikan dengan salam.
Adapun niat dari shalat ini adalah: ushalli sunnatal hajati lidaf’il balai lillahi ta’ala. Artinya: saya niat shalat sunnat karena ada hajat/keinginan untuk menolak bala, karena Allah SWT).
Pada setiap rakaat, selesai membaca Al-Fatihah, dianjurkan membaca Surat al-Kautsar sebanyak 17 kali dan al-Ikhlas 5 kali, lalu an-Nas dan al-Falaq masing-masing satu kali.
Setelah itu membaca doa khusus Rabu Wekasan. Kalau tidak bisa, berdoa secara personal saja untuk meminta pertolongan dari Allah agar dijauhkan dari marabahaya dan musibah.
Setelah shalat, disarankan baca Yasin atau berdzikir.
Hampir semua pesantren di Jawa mengamalkan shalat sunnat ini.
Shalat ini bisa dilaksanakan habis Maghrib sampai sebelum Subuh. Ada riwayat juga yang membolehkan sampai menjelang Zuhur di hari Rabu, 20 Agustus 2025.
Ayo ayah bunda kita melaksanakan shalat sunnat ini. Waktunya masih panjang. Juga agar doa para santri dari pondok semakin diijabah oleh Allah karena mendapat dukungan spritual dari keluarganya di rumah…
Tinggalkan Komentar