Info Pesantren
Rabu, 28 Okt 2026
  • Pendidikan Terintegrasi Kader Ulama- Pemimpin Berakhlak Qur'ani Berwawasan Kebangsaan
  • Pendidikan Terintegrasi Kader Ulama- Pemimpin Berakhlak Qur'ani Berwawasan Kebangsaan
27 Oktober 2026

Tazqiya Noor Hidayat: Berbekal Ilmu Menulis di PP Mahasina, Bisa Juara I Provinsi DKI Jakarta dan Bersiap ke Lomba Tingkat Nasional

Sel, 27 Oktober 2026 Dibaca 137x Berita Terkini

Tazqiya Noor Hidayat mohon doa dari Pengasuh, Guru, dan seluruh keluarga besar PP Mahasina agar ia sukses dalam lomba tingkat nasional pada 2027 nanti.

JAKARTA — Tazqiya Noor Hidayat berhasil menjuarai salah satu cabang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi DKI Jakarta, bidang Karya Tulis Ilmiah Hadis (KTIH). Berkat prestasinya itu, Tazqiya mendapat hadiah uang pembinaan Rp 20 juta plus hadiah lain dari sponsor.

Yang lebih penting, prestasi di tingkat provinsi tersebut memberinya tiket untuk mengikuti kompetisi tingkat nasional yang kebetulan akan diselenggarakan di Jakarta pada 2027.

Sesuai dengan Keputusan Menteri Agama, DKI Jakarta telah ditetapkan sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXII pada 2027. Dalam momen itu, putra-putri terbaik dari seluruh Indonesia akan bersaing untuk menjadi yang terbaik.

Selain hal di atas, ada hal yang lebih penting lagi, yaitu Tazqiya akan semakin mudah untuk mencari beasiswa dalam melanjutkan pendidikannya tingkat Strata-2, bahkan Strata-3, baik di dalam dan di luar negeri. Maklum, kini penilaian untuk mendapatkan beasiswa lebih banyak berdasarkan prestasi nyata, bukan berdasarkan nilai di atas kertas.

Tazqiya mengaku memiliki bekal dasar menulis sejak menempuh pendidikan di PP Mahasina, Pondok Gede, Kota Bekasi. Di lingkungan pesantren, kemampuan menulis karya tulis menjadi salah satu persyaratan kelulusan. Pengalaman itu membantunya membangun kebiasaan menulis hingga sekarang.

“Waktu di Mahasina, rasanya susah banget untuk menyelesaikan satu sub judul. Namun setelah terbiasa, ternyata sangat membantu di perkuliahan maupun di ajang lomba,” ujarnya melalui pesan singkat kepada tim redaksi.

Pengalaman lain di PP Mahasina yang membantu kesuksesannya adalah ketika ia menjabat sebagai sekretaris Organisasi Santri Mahasina (Orsam). Karena tugas, ia terbiasa bekerja di depan laptop dan mengerjakan berbagai keperluan tulis-menulis.

Alumni PP Mahasina Tahun 2024  menjelaskan bahwa persiapan menghadapi lomba KTIH di tingkat Provinsi DKI Jakarta dilakukan dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar 12 hari, setelah ia menerima informasi mengenai kompetisi tersebut. Dalam waktu terbatas itu, Tazqiya membaca berbagai referensi, menentukan berbagai alternatif judul dan aneka macam tema tulisan, serta berlatih menyusun karya ilmiah yang akan diperlombakan.

Tantangan semakin besar karena perlombaan berlangsung secara luring di kawasan Tanah Abang, Jakarta. Peserta harus hadir secara fisik di tempat yang ditentukan, lalu mengetik karya tulis ilmiah tanpa akses internet selama pelaksanaan lomba, dari pukul 09.00 hingga 14.00 WIB. Peserta hanya diperbolehkan membawa referensi sebagai bahan penulisan.

Kondisi tersebut menuntut Tazqiya memahami materi dan menguasai susunan gagasan yang telah dipersiapkan sebelumnya. Ia harus berlatih secara serius agar dapat menuangkan kembali pemahamannya menjadi karya ilmiah dalam waktu yang telah ditentukan.

Kesempatan mengikuti lomba KTIH diperolehnya melalui rekomendasi seorang mahasiswa senior yang telah berpengalaman mengikuti kompetisi nasional di bidang serupa. Setelah melihat kebiasaan Tazqiya menulis, maka ia mendorongnya mengikuti lomba minat serta kemampuannya terus berkembang. Ia juga mendapat rekomendasi dari Dr. Sandi Santosa, M.Si., sebagai Ketua Jurusan Program Studi Ilmu Hadis UIN Jakarta.

Pada 2025 lalu, Ketika masih duduk di Semestar II UIN Jakarta, Tazqiya Noor Hidayat, terpilih sebagai peserta International Conference Santri Mendunia, bersama 210 peserta lainnya dari Thailand, Singapore, Malaysia, Turki, Mesir, dan Indonesia.https://pesantrenmahasina.com/tazqiya-noor-hidayat-perkenalkan-sapta-jiwa-mahasina-dan-talim-mutaallim-ke-singapore-malaysia-dan-thailand/

Kepada adik-adik kelas di PP Mahasina, Tazqiya berpesan agar mengikuti semua proses pendidikan di pesantren dengan baik. Memang sedikit terasa melelahkan.

“Tapi hasilnya akan kita nikmati setelah lulus dari Mahasina” ujarnya penuh pesan.

Semoga sukses selalu untuk Tazqiya Noor Hidayat! Adik-adik kelasmu akan selalu terinspirasi dari prestasimu.

 

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur'an Wal Hadits

Jl. Masjid Raya No 50, Kp. Kemang RT/RW: 01/07, Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Jawa Barat 17411