Info Pesantren
Selasa, 21 Jul 2026
  • Pendidikan Terintegrasi Kader Ulama- Pemimpin Berakhlak Qur'ani Berwawasan Kebangsaan
  • Pendidikan Terintegrasi Kader Ulama- Pemimpin Berakhlak Qur'ani Berwawasan Kebangsaan
20 Juli 2026

Apel Akbar Santri PP Mahasina

Sen, 20 Juli 2026 Dibaca 490x Acara

Gen-Z dan Gen-Alpha terkenal sebagai generasi yang paham gadjet dan media sosial. Tapi mereka juga terkenal kurang tangguh. Karena itu sekelas pemilik perusahaan teh pucuk saja masih menugaskan anaknya untuk berjualan teh di pinggir jalan agar kelak menjadi generasi tangguh.

Pagi hari, Senin 20 Juli 2026, Jam 07.00 WIB, seluruh santri PP Mahasina menikmati MBG dengan lahap. Menunya pada hari itu adalah ayam kecap, plus tempe goreng, sayur mayur dengan mayones, dan buah jeruk sebagai makanan penutup. Santri baru putra dari Kelas 7 duduk paling depan, diikuti kelas berikutnya. Santri baru diutamakan untuk mendapatkan bagian pertama. Ibarat anak dalam keluarga, mereka merupakan anak bungsu yang harus mendapatkan prioritas dibandingkan kakaknya.

Selesai makan, santri putra mendapatkan pengarahan untuk berjalan menuju kawasan santri putri, guna mengikuti Apel Akbar Santri PP Mahasina. Santri baru putra dengan semangat tinggi, berbaris paling depan, lalu berjalan  menuju pintu gerbang.

Santri kelas 7 putra berbaris di tengah dalam 6 barisan. Di pisah pohon nangka yang besar dan tinggi, santri kelas 7 puteri juga berbaris dengan rapi dalam 7 barisan. Mereka semua berada di depan podium, menghadap langsung kepada Pembina Upacara yaitu KH. Abu Bakar Rahziz, MA.

Acara dimulai satu persatu sesuai dengan urutannya. Abah juga sebagai Pembina Upacara memberikan taujihat (nasihat dan pengarahan). Dalam kesempatan ini, Abah menegaskan kembali agar santri PP Mahasina menjadi SANTRI TANGGUH BERSEDIA BERJUANG, yaitu santri yang santun, tertib, dan rapi, lalu bertanggung jawab dan rapi, lalu bersih, sehat, disiplin, dan aman, serta berprestasi dan bermental pejuang.

“Beruntunglah pelajar yang menjadi santri, karena akan terlatih dan terdidik mempunyai mental kuat, sebagai bekal utama untuk sukses di masa mendatang,” ungkap Abah penuh semangat.

Selanjutnya, Pengasuh PP Mahasina Nyai Hj. Badriyah Fayumi juga memberikan pengantar terkait penilaian terhadap asrama/kelas yang paling aman-nyaman, bersih-sehat, dan disiplin tertib. Pemenangnya akan mendapatkan hadiah. “Ayo berlomba-lomba dalam kebaikan,” demikian ungkap Bu Nyai, lengkap dengan ayat al-Qur’annya.

Dalam Apel Akbar kali ini, hadiah diberikan kepada santri yang menulis Mushaf al-Qur’an dengan tangan selama seminggu, dengan kriteria terbanyak dan terbaik. Ada dua belas pemenang, dari Kelas 8 dan Kelas Putra 3 pemenang, Kelas 8-9 Putri 3 pemenang, Kelas 10-12 Putra 3 pemenang, dan Kelas 10-12 Putri 3 pemenang.

Pemenang ke satu mendapatkan piagam dan uang Rp 200 ribu, pemenang kedua mendapatkan piagam dan uang Rp 150 ribu, sedangkan pemenang ketiga mendapatkan  piagam dan uang Rp 100 ribu.

Maaf, santri baru dari Kelas 7 atau santri baru dari kelas lain tidak mengikuti kompetisi ini, karena mereka baru satu hari di pondok.

Acara Apel Akbar berlansung sekitar satu jam dan berarti santri berdiri dalam jangka itu. Namun mereka tetap tersenyum ceria dalam keseriusan. Bahkan mereka kadang-kadang tertawa dan betepuk tangan, terutama setelah Abah menyelesaikan sebuah pantun. Meski berdiri sekitar 60 menit, tapi semuanya baik-baik saja. Tak ada santri yang mengangkat tangan sebagai tanda menyerah. Pembinaan untuk menjadi santri yang tangguh sedang dimulai.

Pada hari Senin ini, kegiatan di PP Mahasina belum terlalu padat. Selain Apel Akbar, santri mengikuti salat berjamaah dan berzikir setelah salat.  Bacaan zikir di PP Mahasina, terutama setelah salat Subuh dan maghrib agak panjang, namun tetap menyenangkan karena sebagian dinyanyikan dengan nada-nada yang menggugah hati. Selesai berzikir, ada guru yang memberikan tausiyah umum agar para santri dapat hidup rukun dan damai dalam suasana kekeluargaan. Mereka juga mengingatkan kembali perihal SANTRI TANGGUH BERSEDIA BERJUANG. Guru yang sering menyampaikan materi setelah selesai salat adalah Ustaz Yana dan Ustaz Afham Habibullah (al-Hafiz).

Untuk santri baru, setelah kalender akademik di mulai, nanti akan ada sejumlah pelajaran yang harus dihafalkan. Misalnya, pelajaran Tajwid (kaidah membaca al-Qur’an dengan baik dan benar) harus dihafalkan. Begitu pula dengan sejarah Nabi Muhammad juga harus dihafalkan. Namun santri tak perlu kuatir. Sebagaimana pesantren di Jawa yang sudah berumur ratusan tahun, hafalan-hafalan itu banyak dinyanyikan dengan nada-nada dan lagu yang menarik.

Percayalah, PP Mahasina akan berupaya untuk memberikan yang terbaik kepada seluruh santrinya….!

 

Bekasi, 20 Juli 2026

Zubairi Hasan, salah satu pembina Santri Jurnalis

Foto-foto oleh Santri Jurnalis PP Mahasina

Artikel Lainnya

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur'an Wal Hadits

Jl. Masjid Raya No 50, Kp. Kemang RT/RW: 01/07, Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Jawa Barat 17411