Info Pesantren
Senin, 25 Mei 2026
  • Pendidikan Terintegrasi Kader Ulama- Pemimpin Berakhlak Qur'ani Berwawasan Kebangsaan
  • Pendidikan Terintegrasi Kader Ulama- Pemimpin Berakhlak Qur'ani Berwawasan Kebangsaan
9 September 2025

PP Mahasina Siap Laksanakan Pelatihan Kitab Kuning dengan Metode Mumtaz

Sel, 9 September 2025 Dibaca 609x Acara / Berita Terkini
Penulisan berita oleh Zubairi Hasan, Ilustrasi Gambar oleh Fauji Ahmad

PP Mahasina akan mengadakan pelatihan intensif Metode Mumtaz dari Sulawesi, selama seminggu, masing-masing sekitar 9 jam perhari. Sungguh sangat beruntung menjadi santri di PP Mahasina…!

Mulai tanggal 10-17 September 2025, santri Kelas 9 MTs dan Kelas 10 MA Pondok Pesantren Mahasina, Kampung Kemang, Pondok Gede, Kota Bekasi, akan mengikuti pelatihan Memahami Kitab Kuning dengan Cepat dan Gembira, secara  intensif selama satu minggu, rata-rata sekitar 9 jam perhari.

Metode pelatihan yang akan digunakan adalah Metode Mumtaz. Metode Mumtaz adalah metode pembelajaran yang menggabungkan lagu-lagu populer dengan materi pelajaran, khususnya bahasa Arab dan kitab-kitab kuning, untuk mempermudah peserta didik memahami dan menghafal materi. Metode ini disebut sebagai “terapi otak” yang bertujuan menyeimbangkan otak kiri dan kanan, sehingga membuat proses belajar menjadi menyenangkan dan efektif. 

Metode yang berasal dari Sulawesi ini sudah diujicobakan dan dipraktikkan di sekitar 70 pesantren di seluruh Indonesia. Tak tanggung-tanggung, Tim Metode Mumtaz yang akan memberikan materi adalah Tim Penyusun dan Tim Perumus Metode Mumtaz, yaitu Prof. Dr. Alimin Mesra, M.Ag dan Dr. KH. Saifuddin Zuhri, M.Ag. Mereka akan dibantu oleh Andri Hasanuddin, S.Sos dan Muammar Dahlan, SH, MH.

Kenapa mereka mudah datang ke PP Mahasina? Karena mereka adalah keluarga besar PP Mahasina. Maklum, Perumus Metode Mumtaz juga merupakan wali dari beberapa santri yang saat ini sedang belajar atau sudah tamat dari PP Mahasina.

Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan santri terkait berbicara, membaca, mendengarkan, atau pun menulis. PP Mahasina ingin membekali kemampuan berbahasa para santrinya secara holistik, sehingga memudahkan mereka mendapatkan beasiswa di berbagai perguruan tinggi di dalam maupun di luar negeri.  Upaya PP Mahasina untuk mengasah kemampuan santri dalam berbahasa asing dilakukan melalui pelajaran di kelas, sebagaimana juga pengajian kitab setelah Shubuh dan Isya’ atau melalui pendalaman khusus bahasa, terutama Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

Bahasa Arab merupakan salah satu dari 6 bahasa resmi di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sebagai informasi, bahasa resmi PBB adalah bahasa Arab, Mandarin, Inggris, Prancis, Rusia, dan Spanyol. Keenam bahasa ini digunakan untuk menyusun dan menerbitkan dokumen resmi PBB, serta digunakan dalam pertemuan-pertemuan penting organisasi tersebut. 

Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa yang banyak digunakan saat ini. Setidak-tidaknya ada 26 negara di Timur Tengah dan Afrika yang  menjadikan Bahasa Arab sebagai bahasa resminya. Wajar, jika PBB menjadikan Bahasa Arab sebagai salah satu bahasa resmi di lembaga yang mempunyai 193 negara anggota tersebut.

Pengasuh PP Mahasina, Nyai Hj. Badriyah Fayumi, LC, MA menegaskan bahwa banyak negara-negara di Timur Tengah, baik itu melalui lembaga resmi negara maupun lembaga non-pemerintah, yang menawarkan studi ke Timur Tengah dengan beasiswa. Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh santri PP Mahasina. “Untuk itulah, santri PP Mahasina harus belajara bahasa Arab dengan sungguh-sungguh, sejak di tingkat MTs sampai tingkat Aliyah,” ungkap bu Bu Nyai, ketika memberi tausiyah kepada santri Kelas 9 MTs dan santri Kelas 10,11, dan 12 MA sebelum sosialisasi terkait pelatihan intensif Bahasa Arab, di Auditorium PP Mahasina, Senin, 8 September 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Pengasuh PP Mahasina juga menegaskan bahwa universitas di Timur Tengah mempunyai fakultas yang beragam, serupa dengan perguruan tinggi di negara maju. Universitas di Timur Tengah membuka fakultas kedokteran, perminyakan, teknik, dan lain-lain di samping fakultas ke-Islam-an.

“Jadi, belajar Bahasa Arab dengan sungguh-sungguh akan memberikan manfaat yang banyak untuk kesuksesan masa depan para santri,” ungkapnya Bu Nyai dengan penuh semangat.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur'an Wal Hadits

Jl. Masjid Raya No 50, Kp. Kemang RT/RW: 01/07, Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Jawa Barat 17411