Info Pesantren
Minggu, 19 Apr 2026
  • Pendidikan Terintegrasi Kader Ulama- Pemimpin Berakhlak Qur'ani Berwawasan Kebangsaan
  • Pendidikan Terintegrasi Kader Ulama- Pemimpin Berakhlak Qur'ani Berwawasan Kebangsaan
8 Juli 2025

TAUSIYAH ABAH UNTUK PARA GURU DAN KARYAWAN PP MAHASINA: JADILAH TELADAN DALAM SEGALA HAL

Sel, 8 Juli 2025 Dibaca 414x Berita Terkini

PP Mahasina, Insya Allah,  siap mendidik dan mengasuh para santri secara lebih baik. Semoga Allah memberkahi kesiapan ini dan memberi kemudahan dalam segala aspek! Amin….

“Guru, karyawan, atau siapapun yang ada di lingkungan PP Mahasina harus menjadi teladan bagi para santri dalam segala hal,” demikian pesan KH. Abu Bakar Rahziz, MA ketika membuka Rapat Kerja Guru dan Karyawan PP Mahasina, 7-12 Juli 2025. Acara yang bertemakan “Memberikan Pelayanan dan Pengasuhan Terbaik Menuju Generasi Berprestasi” ini dihadiri 75 guru dan karyawan di lingkungan PP Mahasina.

Selanjutnya, Abah (demikian santri memanggil beliau) menegaskan bahwa contoh dengan perbuatan baik akan  jauh lebih bernilai dibandingkan dengan perintah. “Lisanul hal, afshahu min lisanil qaul atau suri teladan lebih bermakna dibandingkan dengan perintah melalui lisan,” demikian pepatah Arab yang disitir oleh Abah. Ini artinya, jika kita menginginkan agar santri rajin shalat berjemaah, maka para guru dan karyawan harus memberi contoh untuk shalat berjemaah. Begitu juga jika kita menginginkan santri hidup rapi dan bersih, maka guru dan karyawan harus hidup bersih dan rapi. Jika kita menginginkan santri rajin dan bersemangat, maka guru dan karyawan harus memberi contoh dengan kesungguhan dalam mengajar atau bekerja di lingkungan PP Mahasina.

Selanjutnya, Abah menegaskan bahwa hal pokok di PP Mahasina adalah perbaikan akhlak. Karena itu semua karyawan dan para guru harus memberi contoh perihal akhlak yang baik. Akhlak terdiri dari dua macam, yaitu perilaku terkait dengan etika (sopan santun) dan perilaku terkait etos (semangat juang dan kesungguhan bekerja). Kedua macam rincian dari akhlak ini harus hidup dan berkembang di PP Mahasina. Artinya, demikian lanjut Abah, santri, karyawan, dan guru harus menjunjung tinggi etika moral, namun pada saat bersamaan mempunyai semangat berjuang dan kesungguhan untuk bekerja. “Dengan menghidupkan akhlak mulia di atas, Insya Allah, orang tua dan masyarakat akan merasakan kelebihan dari santri PP Mahasina dan para alumninya,” demikian tegas Abah.

Abah bersyukur jika mendengar laporan dari wali santri bahwa semenjak mondok di PP Mahasina, anaknya berubah menjadi lebih kalem, rajin shalat berjemaah, rajin bersih-bersih, makan apa adanya yang tersedia, dan lain sebagainya. Nah, hasil seperti ini harus terus ditingkatkan dari waktu ke waktu, dimulai dengan keteladanan dari para guru dan karyawan di PP Mahasina.

Dengan pijakan itu, lalu secara pelan-pelan namun pasti, para guru dan karyawan masih perlu meningkatkan kompetensinya (kemampuan dan keahlian) baik terkait intrakurikuler maupun ekstrakurikuler, mengembangkan kreativitas dalam pendidikan dan pengasuhan, meningkatkan kemampuan berkomunikasi kepada santri atau kepada wali santri, serta meningkatkan kemampuan berkolaborasi (bekerja sama) antar sesama guru atau karyawan untuk meningkatkan pelayanan kepada para santri, wali santri, dan pihak lainnya.

Dengan begitu, maka PP Mahasina akan terus maju dan berkembang, namun pada saat bersamaan para guru dan karyawan juga secara personal akan meningkat baik dari sisi lahir maupun dari sisi spiritual, sehingga kelak para guru atau karyawan bisa punya pesantren/lembaga pendidikan sendiri, punya perusahaan sendiri, dan lain sebagainya.

Artikel Lainnya

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur'an Wal Hadits

Jl. Masjid Raya No 50, Kp. Kemang RT/RW: 01/07, Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Jawa Barat 17411