Penampilan Akmal Audhah dari Kelas 8 Putra
PP Mahasina kembali menyelenggarakan Lomba Baca Puisi Karya Nyai Hj. Badriyah Fayumi, Lc, MA, Selasa, 19 Agustus 2026. Catatan penting dari ajang ini adalah ternyata setiap angkatan menampilkan wajah-wajah baru sebagai perwakilan.
Ada Muhammad Ikram Fakriyanto dari Kelas 7 Putra, Zeyyinatuleisyi dari Kelas 7 Putri, Adiba Hasna Kelas 7 Putri, Akmal Audhah dari Kelas 8 Putra, Siti Sahla Kelas 9 Putri, dan lain sebagainya.

Penampilan Zeyyinatuleisyi dari Kelas 7Putri
Memang, ada beberapa angkatan yang mengirimkan perwakilan yang berpengalaman dan pernah menjadi juara di dalam dan di luar pondok. Tapi jumlahnya sangat sedikit, sekitar 2 atau 3 peserta saja.
Setiap angkatan putra dan putri berhak mengirimkan 1 atau 2 perwakilan. Total peserta secara jumlah peserta mencapai 23 peserta. Karena banyaknya peserta, maka lomba puisi ini dimulai sejak sore hari, setelah ashar, lalu dilanjutkan setelah salat Isya.
Meski begitu, peserta yang sudah berpengalaman itu seperti memberikan standar dan mutu pada Lomba Baca Puisi ini.
“Dengan adanya peserta berpengalaman, di dalam maupun di luar pondok, maka peserta pendatang baru memiliki standar tertentu yang harus dicapai agar bisa memenangkan ajang lomba ini,” ungkap Rizki Heryana, seorang santri dari Kelas 10 yang menjadi salah satu Panitia.
Para peserta memilih untuk membacakan salah satu puisi dari 4 puisi pilihan. Semua puisi itu merupakan karya Pengasuh PP Mahasina, Nyai Hj. Badriyah Fayumi yang sudah pernah dipublikasikan di media massa nasional.
Ustazah Shafa Salsabila yang menjadi penanggung jawab lomba sekaligus salah satu juri Lomba Baca Puisi merasa sangat kagum terhadap gairah santriwan/santriwati dalam berekspresi di setiap bait bait puisi yang mereka pahami.
“Makna terdalam dari puisi Bu Nyai yang dibacakan di atas panggung dengan khidmat, penuh penjiwaan, dan ekspresif akan terasa di hati penonton yang menyimak dengan baik,” ungkapnya.
Penanggung Jawab dari lomba puisi ini, Ustaz Budi Mifaldi, merasa senang karena acara ini berjalan lancar. Peserta dan penonton mengikuti acara ini dengan antusias.
“Yang terpenting, peserta percaya diri membacakan puisi dengan gaya masing-masing, bukan meniru pembaca puisi yang sudah ada,” ungkapnya.
Peserta mengekspresikan pembacaan puisi dengan berbagai cara masing-masing. Ada yang menterjemahkan puisi itu ke dalam Bahasa Inggris dan membacakannya.
Acara lomba puisi merupakan salah satu rangkaian lomba yang diselenggarakan PP Mahasina secara internal, di samping lomba lainnya seperti Lomba Nasyid, Lomba Cerdas Cermat, Lomba Membaca Kitab Kuning, dan lain sebagainya.
Berbeda dengan lomba lainnya yang membutuhkan kolaborasi dan kekompakan, lomba baca puisi mengedepankan kemampuan individual untuk menghayati puisi dan mengekspresikannya di hadapan penonton.
Tinggalkan Komentar