Sabtu malam, 7 Maret 2026, santri PP Mahasina menonton video after movie, dengan penuh riang gembira. Apalagi ketika beberapa temannya masuk dalam frame. Suara riuh rendah pun segera menggema.
Video dilatari dengan musik “Ramadan Tiba” dibuka dengan suara Pengasuh PP Mahasina KH. Abu Bakar Rahziz, MA yang menyatakan: “Puasa dimulai pada Hari Kamis, 19 Februari 2026.” Selanjutnya, video bergerak menggambarkan rangkaian kegiatan di PP Mahasina.
Video juga menggambarkan Abah sedang memberikan tausiyah kepada santri untuk angkatan tertentu. Setiap pagi, Abah mengajak santri tertentu untuk salat berjamaah bersama, berdzikir bersama, dan lalu diakhiri dengan tausiyah. Selain Subuh, Abah juga mengundang santri secara bergantian per-angkatan untuk salat Asar bersama, sebagaimana juga salat Isya dan tarawih bersama. Jadi, dalam satu hari, ada 3 angkatan dari santri yang mengaji bersama Abah secara langsung.
Selama Ramadan, setiap angkatan bisa mengaji bersama Abah sekitar 3 kali. Untuk angkatan yang terjadwal pada malam hari mendapatkan keuntungan tambahan, yaitu makan bersama.
Ya, bulan Ramadan di PP Mahasina semarak dengan berbagai kegiatan keagamaan. Di mulai dengan sahur, salat Tahajjud, dan salat subuh, lalu kegiatan pagi diakhiri dengan khataman al-Qur’an di bawah pengawasan guru-guru sampai Jam 06.30. Dalam khataman setelah Subuh, santri membaca juz tertentu, sehingga di pagi hari itu atau pada sore harinya, satu kelompok sudah mengkhatamkan al-Qur’an.
Selanjutnya, santri mulai melaksanakan kegiatan lagi pada Jam 08.00-12.00, dengan mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas masing-masing. Setelah KBM dan melaksanakan salat zuhur, santri istirahat siang.
Sehabis salat Asar, santri melaksanakan khataman al-Qur’an lagi dibawah bimbingan dan pengawasan guru, persis dengan khataman yang dilaksanakan setelah salat Subuh. Setiap santri dalam satu kelompok membaca juz tertentu, melanjutkan bacaan di pagi harinya, sehingga pada hari itu satu kelompok dapat menghatamkan al-Qur’an.
Malam harinya, sehabis salat Magrib, santri mendengarkan kuliah tujuh menit (Kultum) dari santri lainnya yang ditunjuk, dilanjutkan dengan salat Isya, tarawih, kultum, dan diakhiri dengan pengajian kitab yang sering disebut dengan Pasaran (Pengajian Santri di Ramadan), sampai Jam 22.15 atau lebih sedikit. Masing-masing angkatan kelas harus menamatkan satu kitab.
Semua kegiatan santri dan santriwati terpisah, kecuali untu salat tarawih yang disatukan. Semua kegiatan dilaksanakan dengan serius, namun juga santai.
Selain itu, masih ada kegiatan insidental, yaitu santri mengikuti kegiatan yang melibatkan orang luar, seperti acara Bedah Kampus di Turki, Saudi Arabia, dan Tunisia, acara Malam Nuzulul Qur’an, dan lain-lain.
Semuanya ditujukan untuk kesuksesan santri di masa mendatang. Semoga!
Tinggalkan Komentar